Bagian episode
1.3 Apa Arti Kehidupan Ini?
5 mntFHD
3 dari 3Klip 3 dari 3Bagaimana Kita Bisa Sampai di Sini (Episode 1) · 3 bab
1.3 Apa Arti Kehidupan Ini?
Film pendek ini mengajukan pertanyaan, "Apa arti kehidupan ini?" dan "Apa yang ada di balik kerinduan dan keinginan hati manusia?"
PertanyaanPertanyaan terkait
PertanyaanmuAyat Alkitab
BagikanEcclesiastes 3:11
He has made everything beautiful in its time. He has also set eternity in the hearts of men, yet they cannot fathom the work that God has done from beginning to end.
Berean Standard Bible
Public Domain
Baca selengkapnya...Transkrip
Indonesian (Yesus) (bahasa Indonesia)
Kita telah melihat melalui teleskop dan mikroskop
argumen tentang keberadaan Tuhan.
Betapapun menarik atau memikat semuanya itu,
itu hanya argumen yang sudah ada di luar sana.
Agar percakapan ini seimbang, kita juga perlu melihat di dalam sini.
Kita semua sama-sama merasa hidup ini berharga,
kita kerap berkata, "Jangan sia-siakan hidupmu."
Namun, satu-satunya yang bisa disia-siakan hanyalah sesuatu yang berharga atau bermakna.
Dalam momen-momen yang menggemberikan dan memuaskan, kita kerap berkata,
"Aku merasa ada di bumi ini untuk alasan yang khusus ini."
Atau, "Aku merasa aku telah ditetapkan untuk melakukan ini."
Apakah kita berkhayal?
Apakah ini cara kita memberi makna pada dunia yang tanpa makna?
Tampaknya, kitalah satu-satunya di bumi ini
yang mengajukan pertanyaan, apa makna hidup ini?
Jika Tuhan tidak ada, meski tempat ini indah,
meski kita cantik atau tampan,
kita hanyalah susunan atom yang ada karena kebetulan.
Meski pernyataan itu mungkin terdengar kaku dan keras,
tetapi keluarkanlah Tuhan dari penggambaran tersebut
maka tidak ada tujuan yang pasti untuk apa kita diciptakan.
Ini bukan berarti kita tidak dapat membuat tujuan
pada saat ini dan untuk saat ini, bahkan untukhidup kita.
Namun, dari mana datangnya dorongan untuk membuat dan menemukan makna?
Coba pikirkan kisah-kisah yang membuat kita takjub.
Apakah itu hanya kata-kata dan tema-tema
yang dirancang untuk memicu reaksi di otak,
yang membuat kita percaya dapat membuat dunia yang lebih baik?
Bagaimana dengan cinta?
Dalam dunia yang tanpa rancangan dan kesengajaan,
cinta hanyalah respons biokimia.
Namun, jika hidup hanyalah kimia atau biologi,
mengapa saat kita duduk di bangku rumah sakit
di samping orang yang kita kasihi, suara monitor jantung
menjadi suara terpenting di dunia?
Mengapa setiap “bip” itu terasa penting?
Saat tragedi menimpa kita,
kematian orang terkasih atau putus cinta yang sangat berat,
kita katakan kitapatah hati.
Apa artinya?
Hati kita tetap berfungsi normal.
Masalahnya ada pada hal lain yang kita sebut hati, pusat diri kita,
bagian terdalam diri kita.
Di tempat inilah kita merasakan sakit terdalam atas mereka yang hilang
atas ketiadaan sesuatu yang sangat kita inginkan dan rindukan.
Namun, mengapa kita memiliki keinginan dan kerinduan ini?
Bagaimana kita menjelaskannya?
Di satu sisi, kita memiliki keinginan fisik, seperti rasa lapar.
Misalnya saat ini, saya ingin makan cone cokelat dengan es krim vanila.
Hanya karena saya menginginkannya bukan berarti saya akan mendapatkannya.
Namun, bukankah keinginan saya akan makanan berarti makanan itu ada?
Di sisi lain, kita memiliki keinginan dan kerinduan
yang lebih dalam, secara emosional dan rohani.
Seperti kita memiliki gambaran di kepala kita akan masa depan kita,
atau kita ingin menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari pada diri kita,
atau kita ingin melakukan sesuatu dalam hidup kita yang berdampak kekal.
Bukankah pengharapan kita akan sesuatu yang sejati, lebih mendalam, dan memuaskan,
adalah petunjuk adanya sesuatu atau pribadi yang lain?
C.S. Lewis, pengarang Chronicles of Narnia, pernah berkata,
"Jika ada keinginan dalam diri saya yang tak terpuaskan oleh apa pun di dalam dunia ini,
satu-satunya penjelasan logis adalah saya diciptakan untuk dunia lain."
Tulisan dalam Alkitab menjelaskan bahwa dunia yang lain itu adalah surga,
dan pribadi yang lain itu adalah Tuhan,
dan kita dibuat segambar dengan Tuhan.
Saya bukan bicara tentang tangan saya, kaki saya,
atau bahkan tahi lalat aneh di punggung saya.
Bukan, saya bicara tentang nurani saya,
sifat saya, kapasitas saya bukan hanya untuk bertahan hidup,
tetapi untuk mencipta, mencinta, berimajinasi
semua ini mencerminkan Tuhan yang menciptakan saya.
Saudara mungkin saja berargumen bahwa semua yang menjelaskan tentang kita,
seperti cinta, sukacita, asmara, imajinasi, kreativitas,
semua ini hanya reaksi kimia.
Betapa luar biasanya bahwa alam semesta bisa muncul dari kenihilan
dan menghasilkan kondisi yang mustahil tetapi ideal untuk kehidupan,
yang membentuk manusia sebagai hasilnya
dan melihat diri sendiri dan orang lain
dan berkata bahwa kemustahilan ini tak bermakna apa-apa?
Karena kita hidup seolah itu bermakna segalanya.