Bagian episode
2.2 Bagaimana Saya Dapat Mempercayai Apa yang Alkitab Katakan?
5 mntFHD
2 dari 3Klip 2 dari 3Apakah Yesus itu Nyata? (Episode 2) · 3 bab
2.2 Bagaimana Saya Dapat Mempercayai Apa yang Alkitab Katakan?
Kisah-kisah tentang Yesus sungguh luar biasa... dan lebih banyak yang telah ditulis tentang Yesus daripada raja atau pemimpin dunia lainnya dalam sejarah.
PertanyaanPertanyaan terkait
PertanyaanmuAyat Alkitab
BagikanLuke 1:3
Therefore, having carefully investigated everything from the beginning, it seemed good also to me to write an orderly account for you, most excellent Theophilus,
Berean Standard Bible
Public Domain
Baca selengkapnya...Luke 1:4
so that you may know the certainty of the things you have been taught.
Berean Standard Bible
Public Domain
Baca selengkapnya...Transkrip
Indonesian (Yesus) (bahasa Indonesia)
Budaya lisan memiliki peran penting dalam penyebaran Kekristenan.
Proses penerusan informasi dari mulut ke mulut.
Saudara mungkin berpikir saya sudah tidak ingat sarapan saya pagi ini,
boro-boro bertahun-tahun lalu.
Tak mungkin ada yang mengingat kehidupan dan ajaran Yesus secara terperinci,
terutama 30 tahun setelah kematiannya.
Masuk akal.
Namun, coba pikirkan ini,
dunia kita sangat berbeda dengan dunia saat Yesus dan para murid hidup.
Di dunia digital, kita tidak melatih otot mental kita
seperti yang mereka lakukan karena Perangkat digital kita mengingatnya bagi kita.
Ayah saya harus membuka kontak telepon untuk melihat nomornya sendiri.
Dia memang sudah tua,
tetapi berapa banyak nomor yang Saudara ingat?
Apakah Saudara ingat nomor Saudara sendiri?
Dalam budaya Yahudi abad pertama,
kemampuan untuk mengingat sangat luar biasa.
Saat Yesus memanggil para murid pertamanya dari kehidupan nelayan,
mereka harus menempuh perjalanan yang benar-benar baru
mereka harus menangkap dan mengingat ajaran-Nya dalam jumlah besar.
Karena ini sebelum masa bahan cetak.
Pembelajaran umumnya disampaikan secara lisan
dan orang rata-rata terbiasa
untuk menangkap dan mengulangi informasi, kerap kali kata demi kata.
Rabi-rabi pada masa itu sebagai bagian pelatihan mereka,
harus menghafal seluruh kita suci Ibrani.
Itu seperti seluruh Perjanjian Lama bagi kita,
seperti buku teks sains.
Kalau bicara tentang Alkitab,
banyak diantara kita memiliki pengalaman berbeda dan sebagian kita mungkin agak bingung
karena sebagian berpikir itu hanya buku yang sangat besar.
Namun, kata bahasa Latin untuk Alkitab adalah Biblia,
yang berarti kumpulan buku
karena Alkitab tersusun atas surat, cerita, dan narasi,
dan mencatat sejarah sebenarnya yang dapat diteruskan ke generasi selanjutnya.
Saudara dapat melihatnya pada cara Lukas
menuliskan suratnya kepada seseorang bernama Teofilus.
Ia menulis surat ini dan memulai dengan ini.
Banyak orang telah berusaha menyusun
suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita,
seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula
adalah saksi mata dan pelayan Firman.
Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya,
aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu,
supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.
Lukas berusaha keras untuk memberikan fakta yang benar tentang Yesus,
tetapi bukan seolah ia memposting online dan itu dibagikan kembali jutaan kali.
Ini lebih seperti email pribadinya kepada Teofilus diteruskan kepada dunia.
Jadi yang kita baca adalah Lukas dan tiga penulis lainnya menceritakan cerita yang sama,
tetapi dari sudut pandang berbeda.
Mengapa masih banyak keraguan tentang kredibilitas cerita saksi mata ini?
Jawabannya, terlepas seberapa banyak bukti yang mendukungnya,
cerita ini akan tetap sulit dipercaya.
Jika Dia hanya seseorang yang berkeliling mengajar,
banyak orang tentu takkan keberatan.
Masalahnya, cerita ini penuh dengan mukjizat supranatural.
Hal yang membuat cerita ini sulit dipercaya
justru hal yang membuatnya layak dipercaya.
Mukjizat selalu sulit dibuktikan
karena melampaui pengertian kita tentang cara dunia ini bekerja.
Yang ingin saya sarankan adalah
jika kita menerapkan prinsip dan praktik para sejarawan,
ada kemungkinan besar untuk menerima bahwa Yesus melakukan mukjizat.
Pertama, kita memiliki catatan Injil
dan setiap catatan menjelaskan berbagai macam mukjizat.
Ada orang buta yang melihat kembali,
orang mati dibangkitkan, setan-setan diusir,
dan badai yang bergolak langsung ditenangkan.
Mungkinkah Yesus mengumpulkan ribuan orang dalam jangka waktu tiga tahun
sejak pembaptisan-Nya umur 30 hingga kematian-Nya umur 33?
jika Dia palsu?
Kedua, sebenarnya tak seorang pun menyangkal bahwa Dia melakukan mukjizat.
Tidak mengherankan jika mereka yang mencintai dan mendukung-Nya,
mengiyakan perbuatan-Nya.
Namun, yang mengejutkan adalah bahwa pemimpin agama
yang menginginkan kematian-Nya juga mengakuinya.
Mereka tidak mempertanyakan kemampuan-Nya melakukan mukjizat.
Yang mereka pertanyakan adalah sumber kuasa-Nya.
Mereka menuduh-Nya jahat.
Akhirnya, kita harus mempertanyakan mengapa Yesus adalah seorang guru Yahudi yang diragukan?
Orang yang riwayatnya paling dapat diverifikasi dalam sejarah?
Mengapa ada lebih banyak hal ditulis tentang Dia dibandingkan raja atau kaisar lain
yang hidup sebelum atau setelah Dia?
Menurut saya, Dia pasti telah melakukan sesuatu yang luar biasa.