2 dari 2NUA: Perspektif Baru · 2 bab

Bagaimana Saya Bisa Memberitahu Orang Lain? (Episode 10)

Kata-kata sangat berarti, terutama dari seseorang yang Anda cintai dan hormati. Kata-kata terakhir Yesus di dunia ini dapat mengubah hidup.

Pertanyaanmu

Ayat Alkitab

Bagikan
Matthew 28:18-20

Then Jesus came to them and said, “All authority in heaven and on earth has been given to Me. Therefore go and make disciples of all nations, baptizing them in the name of the Father and of the Son and of the Holy Spirit, and teaching them to obey all that I have commanded you. And surely I am with you always, even to the end of the age.”

Berean Standard Bible

Public Domain

Baca selengkapnya...
Materi gratis

Ingin memahami Alkitab lebih dalam?

Bergabung dengan pendalaman Alkitab

Transkrip

Indonesian (Yesus) (bahasa Indonesia)
Dalam kehidupan saya yang singkat namun penuh makna sejauh ini, ada sebuah ungkapan yang sering dilontarkan kepada saya mungkin lebih sering dari semestinya, Itu adalah ungkapan, “famous last words” ungkapan tentang ketidakpercayaan. Saya ingat, tak lama setelah mendapatkan SIM, Saya mengemudi di kota dengan seorang teman. Meski ia mendesak saya untuk membayar parkir, Saya bilang kepadanya bahwa kami hanya berhenti sebentar dan bahwa tidak akan terjadi apa-apa. Dia bilang “famous last words”, dan akhirnya, saya didenda. Pernah juga suatu kali saya bermain golf dengan abang saya di lapangan paman saya. Waktu gilirannya untuk memukul bola ke lapangan, Saya berdiri sangat dekat ke sisi. Ia menyuruh saya mundur, tetapi saya bilang, “Tidak akan apa-apa.” Dia bilang “famaus last words”, dan masih ada benjolan di kening saya karena terkena bola yang begitu keras. Saya pernah mendengar kata-kata perpisahan terakhir dari seseorang, dan perkataan itu sangat berdampak bagi saya. Namanya Larry, ia tetangga sebelah rumah kami waktu saya kecil. Ia seorang tukang pos, ia memakai sepeda tukang pos model yang sangat tua zaman dahulu dengan keranjang di depan. Saya ingat waktu PAUD, karena Larry bekerja sif pagi, ia menjemput saya siang hari dan saya pulang dengan duduk dalam keranjang itu, sangat menyenangkan. Saya ingat waktu saya remaja, Larry selalu ada bagi saya. Sering kali saya pulang dari sekolah, saya lupa membawa kunci, tapi Larry selalu mengundang saya ke rumahnya. Kami minum teh, makan cokelat, meski dia 40 tahun lebih tua, dia tetap teman baik, jadi saat ia menderita sakit kanker yang parah, itu sangat menyedihkan. Ia menghabiskan hari-hari terakhirnya di rumah waktu itu saya sempat mengobrol dengannya sebelum dia meninggal. Saya ingat sekali pertemuan itu, kata-kata yang diucapkannya. Saya ingat senyum lebar di wajahnya, dia bilang dia tak sabar ingin berjumpa Yesus. Saya terheran-heran. Waktu itu, iman saya baru bertumbuh, dan melihat sukacita di mata seseorang yang sekarat, realitas ini memenuhi saya dengan pengharapan yang lebih dalam. Lalu, dengan air mata mulai menggenang di matanya, saat ia memikirkan beberapa kesalahannya, ia menceritakan tentang salah satu persahabatan yang tak dapat dipulihkannya, ia menatap mata saya dan berkata, “Johnny, yang terpenting, baik hatilah.” Ini mungkin perkataan sederhana, dan itu 10 tahun yang lalu. Keyakinan yang dibangkitkan dalam diri saya masih ada sampai sekarang. Perkataan memang bermakna, terutama dari seseorang yang sangat kita hormati, yang membuat kata-kata perpisahan lebih mengena lagi. Bayangkan semua bagian kehidupan Yesus yang telah kita lihat sejauh ini melalui video-video ini, semua hal luar biasa yang dikatakan-Nya. Masih ingat Tomas, salah satu murid? Ia pernah mengalami keraguan, tetapi Yesus mencarinya. Yesus tak menghukum ketidakpercayaannya, Dia malah berkata, “Sentuhlah bekas luka-Ku, sentuhlah bekas paku itu.” Kebaikan Yesus membantu memulihkan iman Tomas. Atau wanita yang tertangkap dalam perzinaan dan dilempar ke kaki Yesus. Dia mengharapkan penghakiman, tetapi dia mendapatkan pengampunan, dan kata-kata Yesus yang mengubahkan untuk pergi dan menghidupi hidup baru. Dengan semua kata-kata luar biasa yang diucapkan-Nya, kira-kira apa yang Dia pilih sebagai kata-kata perpisahan-Nya? Dia telah dibunuh dan dibangkitkan. Dia telah menghabiskan 40 hari bersama murid-murid-Nya, dan tepat sebelum Dia naik ke surga, Dia mengatakan ini kepada pengikut-Nya. “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Perkataan ini belum tentu lebih penting dari perkataan-Nya yang lain, tetapi terutama, Yesus ingin agar fokus murid-murid-Nya adalah kepada orang lain. Dia ingin menanamkan dalam-dalam di hati mereka bahwa apa yang mereka terima dari-Nya bukan untuk disimpan sendiri, tapi untuk dibagikan kepada seluruh dunia. Membagikan perkataan-Nya, dan pesan-Nya yang mengubahkan, sejak semula bukanlah tugas para ahli, tapi tugas orang biasa seperti Saudara dan saya. Kata-kata perpisahan Yesus waktu itu tetap berlaku sampai sekarang seiring kita melanjutkan apa yang telah dimulai para murid. Hal yang memberi saya keyakinan untuk menjangkau orang lain dan membagikan iman saya adalah memahami peran yang saya miliki. Bukan tugas saya untuk meyakinkan orang agar beriman. Tugas saya lebih pada menunjukkan pintu. Yesus meminta saya untuk membagikan pengharapan dalam pesan-Nya yang telah saya alami, dan untuk mempercayakan sisanya kepada Tuhan. Tuhanlah yang akan membuat diri-Nya dikenal, dan hanya Tuhanlah yang mengubahkan hidup. Ini agak mirip dengan membuat roti. Ada banyak tepung yang digunakan, tetapi ragi dalam jumlah sangat sedikit mengubahkan semuanya. Yesus menggunakan analogi ini saat bicara tentang penyebaran pesan-Nya. Dia berkata, “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.” Inilah maksudnya, kita bisa seperti ragi. Kita bisa ikut serta dalam pekerjaan Yesus saat kita membagikan iman kita dan memercayai Tuhan bahwa Dia akan membangun kerajaan-Nya. Membuat roti dan hidup bersama orang lain kerap memiliki kenyataan yang sama berantakannya. Ada banyak waktu yang diperlukan. Terkadang, situasi menjadi “lengket”, tetapi hasilnya selalu tidak sia-sia. Saya memiliki keyakinan mendalam di hati saya untuk membagikan iman saya dengan orang lain selama 20 tahun ini. Awalnya tidak demikian. Dahulu, iman saya baru bertumbuh pada pribadi Yesus, tetapi seiring hubungan saya dengan Tuhan berkembang, Saya menjadi yakin bahwa saya telah menemukan sesuatu yang diperlukan semua orang Tantangan saya bagi Saudara adalah memandang serius kata-kata perpisahan Yesus ini dan memikirkan seorang teman yang dapat Saudara undang dalam petualangan iman. Saya harap Saudara terinspirasi dan percaya diri untuk menggunakan seri ini untuk memulai percakapan dengan teman Saudara, yang sebelumnya Saudara pikir tak mungkin, dan untuk membagikan pengharapan yang Saudara miliki dalam Yesus. Ini bukan tentang mobil minivan yang keren, atau betapa hebatnya roti saya kelihatannya. Ini tentang mempercayai bahwa Tuhan sanggup melakukan lebih banyak daripada yang kita bayangkan dan sungguh-sungguh percaya Yesus menyertai kita saat kita mengambil langkah iman dan mengundang seseorang lain dalam perjalanan ini. Saya suka mengikuti teladan Filipus, salah seorang murid. Saat Yesus meminta orang-orang untuk menjadi murid-Nya, Dia bertemu dengan Filipus dan berkata, “Ikutlah Aku.” Dan Filipus langsung ikut lalu pergi dan menemui temannya, Natanael, dan memberitahunya, “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” Jawaban Natanael bagus sekali. Katanya, “Nazaret? Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Lalu, apa kata Filipus? “Mari dan lihatlah.” Banyak teman kita akan memiliki pikiran yang sama dengan pikiran Natanael. Mereka mempertimbangkan Yesus, iman, Kekristenan. Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari itu? Kita belum tentu memiliki semua jawabannya, itu tidak apa-apa, yang dapat kita lakukan adalah mengajak orang untuk datang dan melihat. Jadi, pikirkanlah seorang teman. Berdoalah pada Tuhan untuk melakukan pekerjaan-Nya dan nikmati petualangan ini.
JesusFilm