YESUS·61 bab

YESUS

Film ini merupakan pengenalan yang sangat tepat terhadap Yesus melalui Ajaran Gospel Lukas. Yesus tak henti-hentinya memberikan kejutan dan bukti kejutan pada umatnya dari kelahiranNya yang ajaib hingga KebangkitanNya dari kubur. Ikuti jalan semasa hidupNya melalui kutipan-kutipan dari Kitab Lukas, semua keajaiban, ajaran, dan kata hati. Allah menciptakan semuanya dan sangat mencintai umat manusia. Akan tetapi umat manusia tidak mematuhi perintah Allah. Allah dan umat manusia menjadi jauh terpisah, akan tetapi Allah sangat mencintai umat manusia, Dia mengatur penebusan bagi umat manusia. Dia utus Anak Allah Yesus untuk menjadi pengorbanan suci yang tepat untuk memperbaiki kita. Sebelum Yesus turun, Allah mempersiapkan manusia. Para rosul berkata tentang kelahiran, kehidupan dan kematian Yesus. Yesus menyita perhatian. Dia mengajarkan perumpamaan-perumpamaan yang tidak satupun orang benar-benar mengerti, memberi penglihatan kepada yang buta, dan membantu mereka yang tidak seorangpun mengira berharganya bantuan itu. Dia membuat pemuka-pemuka agama Yahudi takut, mereka melihat-Nya sebagai ancaman. Sehingga mereka mengatur, melalui Yudas sang penghianat dan penindas Roman mereka, untuk menyalib Yesus. Mereka berfikir masalah ini telah selesai. Akan tetapi para wanita yang melayani Yesus menemukan kuburan yang kosong. Para murid-murid menjadi panic. Ketika Yesus muncul, mereka ragu-ragu jikalau Dia nyata. Akan tetapi apa yang Dia proklamirkan terus: Dia adalah pengorbanan suci yang sempurna, Juru Selamat mereka, kemenangan akan kematian. Dia naik ke Surga, meyuruh para pengikutnya untuk menceritakan kepada yang lain tentang Dia dan ajaran-ajaranNya.

Pertanyaanmu

Ayat Alkitab

Bagikan
Materi gratis

Ingin memahami Alkitab lebih dalam?

Bergabung dengan pendalaman Alkitab

Transkrip

Indonesian (Isa)
Allah Maha Besar, Luhur dalam Kekuasaan, Agung mengatasi segala sesuatu. Langit menceritakan kemuliaan-Nya, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya. Hari lepas hari, mereka terus menceritakannya, dan malam lepas malam, mereka memberitakannya. Allah menciptakan langit dan bumi. Ia juga membentuk manusia dari debu tanah, dan mengembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya. Allah menciptakan laki-laki dan perempuan menurut citra-Nya, agar mereka dapat berhubungan dengan-Nya. Awalnya, manusia menghormati dan memuliakan Allah, serta hidup selaras dengan kehendak-Nya. Sampai pada suatu hari, iblis berhasil membujuk perempuan itu makan buah terlarang, dan memberikannya juga kepada laki-laki tersebut. Akibatnya, manusia mendurhaka terhadap Allah, dan mengikuti jalannya sendiri. Sebagai upah dosanya, manusia dipisahkan dari Allah, dan diusir dari Taman Firdaus. Tetapi Allah tetap mengasihi manusia. Ia tidak ingin dipisahkan dari ciptaan-Nya. Namun bagaimanakah Allah dapat disebut suci dan adil, jikalau Ia tidak menghukum dosa manusia? Di dalam Kitab Suci, Allah menyatakan rencana-Nya untuk menyelamatkan dunia dari hukuman. Orang pertama yang memahami rencana ini adalah Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim adalah orang yang benar. Allah berjanji untuk memberkahinya, dan menjadikan keturunannya sebanyak pasir di laut, dan bintang di langit. Untuk menguji ketaatannya, Allah meminta Nabi Ibrahim mempersembahkan anaknya sebagai kurban kepada Allah. Nabi Ibrahim beriman kepada Allah dan menaatinya. Tetapi waktu ia mengangkat pisau untuk membunuh anaknya, malaikat Allah menghentikannya. Ia melihat bahwa Nabi Ibrahim takut kepada Allah dan menaati-Nya. Kemudian Nabi Ibrahim melihat sekor domba jantan yang tanduknya tersangkut dalam belukar, dan ia mengorbankan domba jantan itu sebagai pengganti anaknya. Demikianlah Allah menunjukkan kepada Nabi Ibrahim bahwa domba atau hewan sejenisnya harus disembelih untuk menutupi dosa. Sampai tiba saatnya Allah menyediakan kurban yang sempurna untuk membayar semua dosa manusia. Dosa yang memisahkan manusia dari Allah diganti dengan kurban yang memulihkan hubungan tersebut. Kitab suci memberitahukan tentang dia yang akan datang untuk menjadi kurban yang sempurna bagi dosa-dosa manusia. Sebagaimana domba jantan menggantikan anak Nabi Ibrahim, demikian pula ia akan menggantikan manusia agar manusia dapat diampuni. Banyak orang menyebutnya Al-Masih yang datang untuk mendamaikan manusia dengan Allah, sekali untuk selama-lamanya. Para nabi telah meramalkan secara rinci banyak hal tentang Al-Masih beratus-ratus tahun sebelum kedatangan-Nya. Nabi Yesaya meramalkan bahwa kelahiran-Nya akan merupakan suatu mukjizat. Seorang perawan akan mengandung seorang anak yang akan disebut Sang Anak yang datang dari Allah. Nabi Mika meramalkan bahwa al-Masih akan lahir di Bethlehem. Sementara Nabi Zakaria meramalkan bahwa ia akan memasuki Yerusalem dengan menunggang seekor kledai dan dikhianati oleh salah seorang pengikut-Nya. Nabi Yesaya meramalkan apa yang akan dilakukan oleh Al-Masih ketika Ia datang. Dia yang dipilih Allah akan menyampaikan kabar baik kepada yang tertindas, membalut hati yang hancur, membebaskan para tawanan, dan mengumumkan tahun rahmat Allah kepada umat-Nya. Jadi siapakah Al-Masih itu? Pada abad pertama datanglah seorang Nabi yang bernama Isa. Banyak yang berpikir bahwa Dialah yang kedatangan-Nya telah diramalkan para nabi sebelumnya. Benarkah demikian? Apakah hidup-Nya memenuhi ramalan-ramalan itu? Apakah Isa lebih dari sekedar Nabi? Berikut ini adalah riwayat hidup-Nya berdasarkan catatan para saksi mata yang tercantum dalam Kitab Suci. Agar kita dapat mengerti dan menarik manfaat dari kehidupan Isa, maka diri Isa diperankan oleh seorang aktor yang sebenarnya tidak satupun aktor yang layak memerankan-Nya. Theofilus yang mulia, aku menuliskan peristiwa-peristiwa ini untuk tuan, supaya tuan dapat mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Pada masa pemerintahan Kaisar Agustus di Rum, dan Herodes menjadi raja di Yudea, Allah mengutus Malaikat Jibrail menemui Maryam, seorang perawan di Nazaret. Jangan takut Maryam, sebab engkau telah memperoleh anugerah Allah. Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan namailah dia Isa. Bagaimana mungkin? Aku masih perawan. Ruh Allah akan datang ke atasmu. Anak itu akan disebut Sang Anak yang datang dari Allah. Kerajaan-Nya tidak berkesudahan. Maryam pergi ke Yudea mengunjungi Elisabet saudaranya, yang juga mengandung secara ajaib. Elisabet! Maryam! Maryam! Engkau perempuan yang paling diberkahi. Begitu juga buah kandunganmu. Ketika aku mendengar salammu, bayi dalam kandunganku melonjak kegirangan. Jiwaku memuliakan Tuhan, dan ruhku bergembira karena Allah Tuhanku. Mulai sekarang, segala keturunan akan menyebutku berbahagia. Hai, penduduk Nazaret! Kaisar Agustus memerintahkan untuk mengadakan sensus penduduk di seluruh wilayah Galilea dan Yudea. Setiap orang harus mendaftarkan diri di tempat kelahirannya masing-masing. Maryam pun pergi ke Bethlehem untuk mendaftarkan diri bersama Yusuf, tunangannya. Namun tidak ada tempat menginap bagi mereka, kecuali sebuah kandang yang hina. Di daerah itu ada para gembala yang sedang menjaga ternak. Tiba-tiba Malaikat Allah berdiri dekat mereka, dan kemuliaan Allah menyinari mereka. Hari ini telah lahir Penyelamatmu di kota Daud, yaitu Al-Masih, Sang Junjungan. Mereka segera pergi melihat bayi yang terbaring di dalam palungan itu. Mereka menjadi orang pertama yang memberitakan kabar baik tentang kelahiran Penyelamat. Setelah delapan hari, bayi itu dikhitan dan dinamai Isa. Yusuf dan Maryam membawanya ke Yerusalem untuk diserahkan kepada Allah. Di sana ada Simeon, orang yang saleh dan bertakwa, yang telah mendapat janji bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Al-Masih. Ya Allah, biarlah sekarang ini hambamu pergi dengan sejahtera. Sebab telah kulihat keselamatanmu, anak ini telah dipilih Allah. Allah memberkahimu. Setelah selesai memenuhi ketentuan hukum Taurat di Yerusalem, mereka kembali ke Nazaret. Waktu Isa berumur dua belas tahun, Yusuf dan Maryam membawanya lagi ke Yerusalem pada hari Paskah. Namun waktu pulang, Isa tertinggal di Bait Allah. Mereka kembali untuk mencari-Nya, dan menemukan Isa sedang duduk bertanya jawab dengan para alim ulama. Anak siapakah ini? Luar biasa! Dia dari Nazaret dan tertinggal di sini. Kami mohon maaf. Semua yang mendengarkan-Nya takjub. Nak, mengapa Kau lakukan hal ini? Kami sangat cemas mencari-Mu. Mengapa mencari Aku? Tidakkah Ibu tahu Aku harus di rumah Bapa-Ku? Isa pulang bersama mereka ke Nazaret. Ia makin besar dan bijak, makin dikasihi oleh Allah dan manusia. Pada tahun kelima belas pemerintahan Kaisar Tiberius, Pontius Pilatus menjadi Gubernur Yudea, Herodes menjadi Raja Galilea, Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar. Firman Allah turun kepada Nabi Yahya di padang gurun. Ia pergi ke seluruh daerah Yordan dan berkotbah tentang pertobatan demi pengampunan dosa. Bertobatlah kamu dan dipermandikan, maka Allah akan mengampuni dosamu. Seperti tertulis dalam surat Nabi Yesaya, Ada suara yang berseru di padang gurun, Siapkanlah jalan bagi Allah, luruskanlah jalan bagi Dia, setiap lembah akan ditimbun, setiap bukit diratakan, yang berliku diluruskan, jalan lekuk diratakan, dan semua orang akan melihat keselamatan Allah. Bagaimana dengan kami? Iya, apa yang harus kami lakukan? Kamu keturunan ular berbisa! Apa yang harus kami lakukan? Tunjukkanlah jalan kepada kami. Siapa yang punya dua helai baju, harus memberikan satu untuk yang tidak punya. Dan siapa yang punya makanan, harus membagikannya. Guru, kami penagih pajak. Bagaimana dengan kami? Jangan menagi lebih dari seharusnya. Dan bagaimana dengan kami? Apa yang harus kami perbuat? Jangan merampas harta orang lain, dan jangan memeras siapapun juga. Cukupkan dirimu dengan gajimu. Katakan, Engkaukah Al-Masih? Aku permandikan kamu dengan air, tapi yang lebih berkuasa daripada-Ku akan datang. Membuka tali kasutnya pun aku tidak layak. Ia akan mempermandikan dengan ruh Allah dan api. Di tangan-Nya ada penampi untuk mengumpulkan gandum ke dalam lumbungnya, tetapi sekam akan dibakarnya. Ruh Allah turun ke atas Isa dalam rupa burung merpati. Dan terdengar suara Allah, Engkau Sang Anak yang Kukasihi, kepada-Mu Aku berkenan. Isa memulai pekerjaannya ketika berumur 30 tahun. Dengan penuh ruh Allah, Ia meninggalkan sungai Yordan. Ruh Allah membawa-Nya ke gurun. Di sana Isa digoda iblis selama 40 hari. Selama itu Ia tidak makan apa-apa. Kata iblis kepada-Nya, Jika Engkau Sang Anak, ubalah batu ini menjadi roti. Ada tertulis, Manusia tidak hidup dari roti saja, tapi dari setiap firman Allah. Lalu iblis membawa-Nya ke tempat yang tinggi dan menunjukkan semua kerajaan dunia. Aku yang memegang semua kuasa dan kemuliaan itu. Semuanya akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku. Ada tertulis, Sembahlah Allah. Kepada-Nya saja kamu harus beribadah. Lalu iblis membawa-Nya ke Yerusalem dan menempatkan Dia di puncak bait Allah. Jika Engkau Sang Anak, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah. Sebab ada tertulis, Allah akan menyuruh para malaikat-Nya melindungi Engkau sehingga kaki-Mu tidak terantuk batu. Ada tertulis, Jangan kau mencobai Allah Tuhanmu. Dan Isa kembali ke Nazaret, tempat Ia dibesarkan. Nah, Guru. Pada hari Sabat, seperti biasa, Ia pergi ke tempat ibadah. Ia diminta untuk membaca bagian dari surat Nabi Yesaya. Ruh Allah ada pada-Ku. Aku dipilih untuk menyampaikan kabar baik bagi yang miskin. Aku diutus untuk mengumumkan pembebasan bagi yang tertawan dan penyembuhan bagi yang buta, untuk melepaskan orang-orang tertindas, dan mengumumkan bahwa tahun rahmat Allah telah tiba. Luar biasa! Hari ini genaplah ayat ini, waktu kamu mendengarnya. Firman di genapi? Tapi hanya Al-Masih yang dapat mewujudkan janji itu. Dari mana kita tahu? Tentu kamu akan berkata kepada aku, Hai Tabib sembuhkan dirimu sendiri. dan berkata juga, Buatlah di tempat asalmu ini apa yang kau buat di Kapernaum. Sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Dengan begitu, Isa menyatakan diri sebagai Al-Masih yang dipilih penyelamat manusia. Bani Israel menolaknya. Mereka bermaksud mendorong Isa ke jurang, tapi Isa menghindar dari mereka, dan pergi. Lalu Isa pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea. Penjajahan bangsa Rum terasa di mana-mana, dan rakyat mengharapkan kedatangan Al-Masih yang akan membebaskan mereka. Selamat siang. Selamat siang. Bolehkah aku naik, Simon? Oh, silakan. Dia tidak akan pergi, kan? Bicaralah kepada kami. Bicaralah. Bicaralah kepada kami. Isa, mohon, bicaralah. Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa. Yang satu Farisi, yang lain penagih pajak. Si orang Farisi berdiri dan berdoa. Ya Allah, aku bersyukur karena aku tidak seperti orang lain yang serakah, curang, atau berzina, dan juga tidak seperti penagih pajak ini. Aku membayar zakat dan berpuasa dua kali seminggu. Tapi si penagih pajak berdiri jauh dan tak berani menengadah. Ia memukul dada dan berkata, Ya Allah, kasihanilah saya, orang berdosa. Aku berkata kepadamu, penagih pajaklah yang dibenarkan Allah, bukan orang Farisi itu. Sebab orang yang meninggikan diri akan direndahkan, dan orang yang merendahkan diri akan ditinggikan. Bertolaklah ke tempat yang dalam, dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan. Oh, Guru, sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak mendapatkan apa-apa. Tapi apa yang Guru suruh, pasti akan aku lakukan. Yakub! Yahya! Yakub! Yahya! Ambil perahumu dan tolong kami! Cepat! Kami menangkap banyak! Cukup, cukup! Cukup! Tinggalkan saya, Junjungan. Saya orang berdosa. Jangan takut. Mulai sekarang, kamu menjala orang. Datanglah kepada-Ku dengarlah Aku, maka kamu akan hidup. Carilah Allah, selagi Ia berkenan ditemui. Berserulah kepada-Nya, selagi Ia dekat. Biarlah orang fasik meninggalkan jalannya dan kembali kepada Allah, karena Ia akan mengampuni dengan limpahnya. Sungguh kamu akan keluar dengan kesukaan dan akan diantar dengan damai. Ia datang! Ia di sini! Lihatlah! Isa! Isa! Aku mohon sembuhkanlah anakku. Tuhan, kasihanilah. Ia sakit parah dan hampir mati. Tolong, tolonglah anakku. Yairus, maaf. Isa! Anakmu sudah mati. Jangan lagi mengganggu guru. Jangan takut. Percayalah, ia akan sembuh. Jangan menangis. Ia tidak mati, hanya tidur. Nak, bangunlah. Beri dia makan. Aku minta, jangan ceritakan pada orang lain. Sesudah itu, Isa keluar dan bertemu dengan seorang penagih pajak yang bernama Lewi, yang sedang duduk di pintu gerbang kota. Ikutlah aku. Kemudian Isa pergi ke bukit dan berdoa sepanjang malam. Keesokan harinya, ia memilih dua belas orang yang disebut para murid. Simon, yang juga disebut Petrus, Andreas, saudaranya, Yakub, Yahya, Filipus, Bartolomeos, Matius, Thomas, Yakub bin Alpius, Simon dari gelongan Zelot, Yudas, saudara Yakub, dan Yudas Iskariot yang mengkhianati-Nya Berbahagialah yang miskin, karena kamu umat Allah. Kamu yang lapar akan dikenyangkan, kamu yang menangis akan tertawa. Berbahagialah kamu jikalau kamu dibenci, ditolak dan diftnah karena anak manusia. Bersukaria dan bergembiralah, sebab pahalamu besar di surga, karena para nabi pun telah diperlakukan demikian. 16, 17, 18, 19, 20, sudah. Apa maksudmu sudah? Celakalah kamu yang kaya, sebab hidupmu sudah senang. Dia tidak ingin kaya, dia pasti orang gila. Celakalah kamu yang sekarang tertawa, karena kamu akan menangis. Celakalah kamu jika semua memuji kamu, seperti pujian kepada nabi-nabi palsu. Dengarlah perkataan-Ku kasihilah musuhmu. Berbuat baiklah bagi yang membencimu, berkahi bagi yang mengutukmu, doakan bagi yang mencacimu. Kalau pipi kirimu ditampar, berikan pula pipi kanan. Dan kalau bajumu diambil, biarkan jubahmu diambil juga. Berilah pada orang yang meminta kepadamu. Janganlah minta kembali milikmu yang telah diambil orang. Perbuatlah apa yang kamu ingin orang lain perbuat. Jika kamu hanya mengasihi orang yang mengasihimu, apakah jasamu? Orang berdosa pun melakukannya. Jika kamu hanya berbuat baik pada orang yang berbuat baik, apakah jasamu? Orang berdosa pun melakukannya. Dia menyentuhnya. Dia berbicara kepadanya. Ih, menjijikan. Tidak. Kasihilah musuhmu. Berbuat baiklah. Beri pinjaman. Jangan harap kembalinya. Besarlah pahalamu di surga. Kamu akan menjadi kekasih Allah. Ia mengasihi mereka yang jahat. Kamu harus murah hati, seperti Bapa di surga. Isa, selamatkan kami. Jangan menghakimi agar tidak dihakimi. Jangan menghukum agar kamu tidak dihukum. Ampunilah, dan kamu akan diampuni. Pimpin kami di jalanmu, Junjungan. Berilah, dan kamu akan diberi. Sebab ukuran yang kamu pakai akan dipakai untukmu. Orang buta tak dapat menuntun orang buta, sebab keduanya akan jatuh ke lubang. Mengapa kamu melihat serbuk di mata saudaramu, tapi balok di matamu tidak? Tuntun kami, Tuhan. Kami memerlukanmu, Junjungan. Bahagialah yang melahirkan dan menyusui Engkau. Lebih berbahagia orang yang mendengar firmannya dan melakukannya. Aku ingin mengenal-Nya Apa kau pikir? Ia Al-Masih Orang Farisi itu mengundang Isa makan di rumahnya. Maka pergilah, Isa, dan duduk makan di rumahnya. Anak-anak, menjauhlah Kau dengar? Pergilah. Mereka ini mencari perhatian. Apa yang dilakukannya di sini? Aku tidak tahu. Apa yang dilakukannya? Jika orang ini benar-benar Nabi, tentu Ia tahu siapa wanita ini. Dan apa dosa-dosa yang telah dilakukannya? Aku tahu orang ini, Simon. Dengarkanlah aku. Ada dua orang berhutang kepada satu orang, masing-masing lima ratus dan lima puluh dinar. Karena tidak sanggup membayar, hutang mereka dihapuskan. Yang mana yang paling bersyukur? Menurut saya, orang yang paling banyak hutangnya. Kamu benar. Lihat wanita ini. Aku masuk ke rumahmu. Engkau tidak memberi air untuk membasuh kaki-Ku tapi ia membasuhnya dengan air mata dan menyeka dengan rambutnya Engkau tidak mencium Aku, tapi ia terus menciumi kaki-Ku Engkau tidak meminyaki kepala-Ku tapi ia meminyaki kaki-Ku Sesungguhnya, kasihnya yang besar menunjukkan bahwa dosanya yang banyak telah diampuni, tapi yang sedikit diampuni, sedikit juga berbuat kasih. Dosa u sudah diampuni. Pergilah kamu dengan sejahtera. Isa berkeliling untuk memberitakan kabar baik. Kedua belas murid mengikuti-Nya juga beberapa wanita yang telah dilepaskan dari ruh jahat Maryam, yang disebut Magdalena. Yohanah istri Khuza bendahara Herodes. Dan Susana. Tetapi Herodes, raja wilayah Galilea yang ditetapkan oleh pemerintah Rum, memenjarakan Nabi Yahya karena menegur pernikahannya dengan istri saudaranya. Bagaimana? Dekat kota lain kami lihat, orang banyak mengusung jenazah. Anak tunggal dari seorang janda. Waktu Isa melihat janda itu, Ia merasa iba. Ia menyentuh jenazah itu dan berkata, Anak muda, bangunlah. Orang itu pun bangun dan duduk. Kemudian Isa menyerahkannya pada ibunya. Tanyakan padanya, Engkaukah yang akan datang itu, atau kami harus menanti yang lain? Guru... Guru... Nabi Yahya menyuruh kami bertanya, Apakah Engkau yang akan datang itu, atau haruskah kami menanti yang lain? Kembali dan katakan apa yang kamu saksikan. Yang buta melihat yang lumpuh berjalan. Berbahagialah orang yang tidak meragukan Aku. Angkat aku, Ayah. Ayo, kuangkat. Kau melihat-Nya? Ya, Aku melihatnya. Seorang penabur pergi menabur benih. Sebagian benih jatuh di pinggir jalan dan diinjak orang, dan burung-burung memakannya. Ada yang jatuh di tempat berbatu-batu, tumbuh sebentar, lalu layu, sebab tidak mendapat air. Ada yang jatuh di semak duri, tumbuh tapi terimpit, lalu mati. dan yang jatuh di tanah yang subur, tumbuh dan menghasilkan buah seratus kali lipat. Guru, apakah maksud dari yang Engkau bicarakan itu? Kepadamu diberi pengetahuan tentang rahasia kerajaan Allah, tapi kepada mereka diajarkan dengan ibarat, agar mereka melihat dan mendengar, tapi tidak mengerti. Inilah arti ibarat itu. Benih itu adalah firman Allah. Jatuh di pinggir jalan berarti orang mendengarnya. Tapi iblis datang dan merampas firman itu, sehingga mereka tidak percaya dan diselamatkan. Jatuh di tempat berbatu-batu berarti orang mendengar dan menerimanya, tapi tidak berakar. Mereka hanya percaya sebentar, dan waktu kesusahan datang, mereka murtad. Jatuh di semak duri berarti orang mendengar, tapi kekhawatiran dan kenikmatan duniawi mengimpit mereka, sehingga tidak menghasilkan buah. Jatuh di tanah yang subur berarti orang mendengar dan menyimpannya baik-baik dalam hati. Mereka tekun sampai menghasilkan buah. Tidak ada yang menyalakan lampu lalu menutupnya, atau menaruhnya di bawah ranjang. Ia akan menaruhnya di atas, supaya orang melihat terangnya waktu masuk ke rumah. Sebab semua yang tersembunyi akan terungkap, dan semua rahasia akan dinyatakan dalam terang. Sebab itu perhatikanlah baik-baik, siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi. Tetapi barang siapa yang tidak mempunyai, daripadanya akan diambil. Guru, ibu dan saudara-saudaramu ada di luar. Mereka ingin bertemu. Ibu dan saudara-saudaraku ialah orang yang mendengar firman Allah dan melakukannya. Suatu hari, Isa naik perahu bersama murid-murid-Nya Katanya kepada mereka, mari kita pergi ke seberang danau Sementara berlayar, Isa tertidur. Junjungan! Junjungan! Isa! Kita akan celaka Ombat menghantam kita! Kita akan tenggelam, Junjungan! Tolong! Kita diselamatkan-Nya! Dimanakah imanmu? Dan mereka pun berlayar ke gerasa, di seberang Danau Galilea. Isa, Sang Anak yang datang dari Allah. Kau apakan saya? Saya mohon, jangan siksa saya. Siapa namamu? Legion, Junjungan, kami mohon, jangan kirim kami ke jurang maut. Biarlah kami masuk ke dalam babi-babi itu. Hei! Kembali! Berhenti! Berhenti! Kembali! Pergi dari sini! Tukang sihir! Tinggalkan kami! Pergi dari tempat ini! Tinggalkan kami! Pergi dari sini! Saya mau ikut Engkau. Ijinkanlah aku bersama-Mu Pulanglah, dan ceritakan semua ini. Isa dan murid-murid-Nya menyingkir ke Baitsaida Tetapi orang banyak mengetahui dan mengikuti-Nya Menjelang malam Petrus berkata Junjungan, suruhlah mereka pulang, supaya mereka bisa pergi ke desa-desa di sekitar sini untuk mencari makanan dan penginapan. Tempat ini sunyi sekali. Kamu yang harus memberi mereka makan. Tapi kita hanya mempunyai lima roti dan dua ikan. Terpujilah Allah, Tuhan semesta alam, yang menyediakan roti dari bumi. Apa itu? Mengherankan. Kata orang, siapa Aku? Ada orang yang mengatakan Nabi Yahya. Ada orang yang mengatakan Nabi Ilyas. Ada juga orang yang mengatakan salah satu nabi yang hidup kembali. Menurut kamu, siapakah Aku? Engkau Al-Masih dari Allah. Jangan katakan pada siapapun. Anak manusia harus menderita dan ditolak. Ia akan dibunuh. Namun, bangkit pada hari yang ketiga. Adakah yang mau mengikut Aku? Saya akan ikut Engkau, Junjungan. Tapi izinkan saya pulang. Pamit pada keluarga. Orang yang siap membajak, tapi menengok ke belakang tak layak bagi kerajaan Allah. Orang yang mau mengikut Aku harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikut Aku. Siapa mempertahankan nyawa akan kehilangan nyawa. Dan yang kehilangan nyawa karena Aku akan memperolehnya. Apa gunanya seorang memiliki dunia ini, tapi kehilangan nyawanya? Jika seseorang malu karena Aku dan ajaran-Ku Sang Anak pun akan malu mengakuinya waktu Ia datang kelak, dalam kemuliaan-Nya dan kemuliaan Bapa. Ketahuilah, ada di antara kamu yang tidak akan mati sebelum melihat kerajaan Allah. Lalu Isa membawa Yahya, Yakub dan Petrus ke atas bukit untuk berdoa. Sementara Ia berdoa, wajah-Nya bersinar-sinar dan jubah-Nya menjadi putih berkilauan Tiba-tiba ada dua orang berbicara dengan-Nya yaitu Nabi Musa dan Nabi Ilyas yang tampak dalam kemuliaan surgawi. Engkau akan menggenapi maksud Allah. Engkau akan mati di Yerusalem. Setelah mereka pergi, Petrus berkata kepada Isa, Junjungan, baik sekali kita berada di sini. Akan kami dirikan tiga tenda, satu untuk Junjungan, satu untuk Nabi Musa, dan satu lagi untuk Nabi Ilyas. Ketiga murid menjadi takut, dan terdengarlah suara dari surga yang berkata, Inilah Sang Anak yang Kupilih, dengarkanlah Dia. Guru, guru, mohon lihatlah anak saya. Tolong, tolonglah dia. Karena ia anakku satu-satunya, saya telah meminta murid-murid-Mu mengusir ruh jahat itu, tetapi mereka tidak mampu. Hai, angkatan yang tidak percaya dan yang sesat! Berapa lama lagi aku harus tinggal di antara kamu? Bawa anakmu kemari. Wajahnya telah pulih! Luar biasa! Ajarlah kami berdoa, seperti Nabi Yahya mengajar murid-muridnya. Berdoalah begini. Ya Bapa yang di surga, disucikanlah nama-Mu Datanglah kerajaan-Mu jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga Beri kami hari ini makanan yang secukupnya, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni yang bersalah kepada kami. Jangan bawa kami ke dalam cobaan, tapi lepaskanlah kami dari yang jahat Mintalah, maka kamu akan diberi. Carilah, maka kamu akan mendapat. Ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta menerima, setiap orang yang mencari mendapat, dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah di antara kamu para ayah yang memberi anaknya ular ketika ia minta ikan, atau kalajengking ketika ia minta telur? Kamu yang jahat tahu memberi yang baik kepada anak-anakmu. Apalagi Bapamu yang di surga, Ia akan memberikan ruh Allah kepada mereka yang memintanya. Aku berkata kepadamu, janganlah khawatir tentang hidupmu, apa yang hendak kamu makan, atau apa yang hendak kamu pakai. Sebab hidup lebih penting daripada makanan, juga tubuh daripada pakaian. Perhatikanlah burung-burung gagap. Mereka tidak menanam, tidak menuai, tidak mempunyai gudang atau lumbung, tetapi Allah memelihara mereka. Bukankah kamu melebihi burung-burung itu? Siapakah yang karena khawatir dapat memperpanjang umurnya? Yang kecil pun tak dapat kamu buat, mengapa kamu khawatir tentang hal lain? Perhatikanlah bunga bakung bagaimana tumbuhnya, tanpa memintal, menenun. Nabi Sulaiman pun tidak berpakaian seindah salah satu dari mereka. Jika Allah mendandani rumput yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tentu lebih lagi Ia akan mendandani kamu. Hai, kamu yang kurang beriman. Tambahkanlah iman kami. Jika imanmu sebesar biji sesawi, kamu dapat berkata kepada pohon ini, Tercabutlah dan tertanamlah di laut, dan ia akan mentaatimu. Tidak mungkin tidak ada penyesatan, tapi celakalah yang mengadakannya. Lebih baik jika sebuah batu diikatkan ke lehernya dan dilemparkan ke laut, daripada ia menyesatkan salah satu dari yang lemah ini. Seperti apakah kerajaan Allah itu? Seperti ini, seorang mengambil biji sesawi dan menanam di kebunnya Biji itu tumbuh menjadi pohon, dan burung-burung bersarang di cabang-cabangnya. Saya tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya Mengapa kau makan dan minum dengan penagih pajak dan orang berdosa? Orang sehat tidak memerlukan tabib, tapi hanya orang yang sakit. Aku tidak datang untuk memanggil orang yang salah, tapi orang berdosa. Jelaskan lagi tentang kerajaan Allah. Masih ada yang lain? Jangan takut, hai kawanan kecil, karena Bapamu telah berkenan memberimu kerajaan itu. Juallah segala milikmu dan sedekahkanlah. Buatlah bagimu pundi-pundi yang takkan rusak, suatu harta di surga yang takkan habis, sebab pencuri tak dapat mengambilnya, dan ngengat tidak merusaknya. Di mana hartamu berada, di situ hatimu. Ibu, sakitmu telah sembuh. Lihat! Lihat, dia sembuh! Itu ini suatu mukjizat! Lihatlah, dia sembuh! Mari lihat! Syukur pada Allah. Dapan belas tahun, Allah menyertaimu, Guru. Ada enam hari untuk bekerja. Datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan, dan jangan pada hari Sabat. Hai, orang munafik! Kamu melepaskan ternakmu dari kandang pada hari Sabat dan membawanya ke tempat minum. Sekarang di sini ada seorang keturunan Ibrahim yang delapan belas tahun diikat oleh iblis. Tidak bolehkah ia dilepaskan pada hari Sabat? Guru yang baik, apa yang harus saya perbuat untuk memperoleh hidup kekal? Mengapa kau sebut Aku baik? Tidak ada yang baik selain Allah sendiri. Apa kata Firman? Jangan melakukan zina. Jangan membunuh. Jangan bersaksi dusta. Hormatilah ayah dan ibumu. Semuanya telah kuturuti sejak masa mudaku. Satu lagi yang kurang darimu. Jual semua milikmu, sedekahkan pada orang miskin, dan kamu akan mendapat pahala. Setelah itu ikutlah Aku. Tapi kami pedagang. Kaya. Sungguh sulit orang kaya masuk kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum daripada orang kaya masuk kerajaan Allah. Terus siapa yang diselamakan? Apa yang mustahil bagi manusia tidak mustahil bagi Allah. Dimanakah kerajaan Allah itu sesungguhnya? Kerajaan Allah tidak dapat dilihat. Tak dapat dikatakan, lihat, di sana atau di sini, sebab kerajaan Allah ada di dalammu. Akan tiba waktunya kamu ingin melihat satu dari hari-hari anak manusia, tapi kamu tak akan melihatnya. Seperti kilat memancar dari ujung ke ujung, demikianlah kelak Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya Tapi Ia harus banyak menderita dulu, dan ditolak oleh angkatan ini. Lebih mudah langit dan bumi lenyap daripada satu titik dari hukum Taurat batal. Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, namun tidak dapat, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, namun tidak dengar. Apa yang harus kami lakukan? Apa kata kitab suci? Bagaimana kamu menafsirkannya? Kasihilah Allah Tuhanmu dengan segenap hatimu, segenap jiwamu, segenap kekuatanmu, segenap akal budimu. Kasihilah sesamamu seperti dirimu. Kamu benar. Lakukan, kamu akan hidup. Siapakah sesamaku? Bukan para tentara itu. Apakah kaisar? Ada seorang laki-laki turun dari Yerusalem ke Yerikho Ia dirampok. Ia juga dilucuti, lalu ditinggalkan. Datanglah seorang imam melewati tempat itu. Ketika melihat orang itu, ia menyingkir dan berjalan terus. Seorang Lewi juga lewat situ dan melihat orang itu. Tapi ia pun menyingkir dan berjalan terus. Kemudian seorang Samaria melewati tempat itu. Ketika ia melihat orang itu, hatinya berbelas kasihan. Ia mendekati orang itu, membersihkan lukanya, lalu membalutnya. Ia menaikkannya ke atas keledai, membawanya ke penginapan, dan merawatnya. Esoknya ia memberikan dua keping uang perak kepada pemilik penginapan dan berkata, Rawatlah dia, akan kubayar semua ongkosnya. Manakah di antara ketiga orang itu yang menjadi sesama bagi orang yang dirampok itu? Orang yang menolongnya. Perbuatlah hal yang sama. Biarlah anak-anak itu datang kepadaku, jangan melarangnya. Yang beginilah yang mempunyai kerajaan Allah. Aku berkata, sesungguhnya, siapa tidak menyambut kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya. Siapa menyambut anak-anak ini dalam namaku, menyambut aku. Siapa menyambut aku, menyambut dia yang mengutus aku. Siapa terkecil di antaramu, ialah yang terbesar. Hei, ada apa? Apa yang terjadi? Isa orang Nazaret sedang lewat. Isa! Isa! Anak Daud, kasihanlah saya. Apa yang harus aku perbuat? Aku ingin melihat lagi. Melihatlah. Imanmu menyembuhkanmu. Aku bisa melihat. Aku bisa melihat. Aku bisa melihat lagi. Ketika Isa pergi ke Yerusalem, banyak orang mengikuti-Nya Mereka meminta-Nya untuk menunjukkan jalan keselamatan dan mengajar mereka tentang kerajaan Allah. Orang ini benar-benar Nabi! Junjungan, selamatkanlah saya! Selamatkan kami, Junjungan! Syukur kepada Allah! Tunjukkan kami jalan yang lurus, Junjungan! Orang-orang mulai menerima-Nya sebagai Junjungan dan Guru Zakheus, penagih pajak di Yerikho ingin melihat Isa lalu ia memanjat pohon. Turunlah, Zakheus. Aku mau singgah ke rumahmu. Ke rumahku? Aku mau ke rumah Zakheus? Bagaimana Zakheus mengenal Isa? Dengar, akan kuberi setengah dari milikku pada yang miskin. Dan jika aku telah memeras orang, akan kubayar kembali empat kali lipat. Sulit dipercaya seorang penagih pajak membayar kembali pajaknya. Tidak mungkin! Keselamatan telah datang ke rumah ini. Sebab orang ini pun keturunan Nabi Ibrahim. Anak manusia datang demi yang tersesat. Dengarkan, kita pergi ke Yerusalem. Semua yang ditulis para nabi tentang anak manusia akan digenapi. Ia akan diserahkan kepada orang kafir, untuk diolok-olok, dicaci maki dan diludahi. Ia akan disiksa dan dibunuh. Tapi di hari ketiga, Ia akan bangkit. Meskipun Isa tahu bahwa Ia akan dibunuh karena dosa manusia, Ia tetap pergi ke Yerusalem. Banyak orang bersukaria atas kedatangan-Nya dan menyatakan Isa sebagai raja Guru, suruhlah murid-murid-Mu itu diam! Aku berkata, jika mereka diam, maka batu-batu ini yang akan bersorak. Mulialah! Mulialah Isa! Ketika mendekati Yerusalem, melihat kota itu, Ia menangisinya. Jika saja hari ini kamu tahu yang baik bagimu, sayang kamu tak melihatnya. Sebab musuh-musuhmu akan datang, membangun kubu, mengepung, dan menghimpitmu dari segala arah, lalu menghancurkanmu di dalam tembokmu. Kamu dan anak-anakmu, satu batu pun takkan mereka tinggalkan tersusun, sebab kamu tidak tahu saat Allah melawatmu. Bait Allah di Yerusalem telah menjadi tempat berdagang, bukannya tempat beribadah. 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25... Ada tertulis, Rumah-Ku adalah rumah doa tapi kamu menjadikannya sarang penyamun. Dia melepaskan binatang-binatangku! Hentikan Dia! Hentikan! Panggil penjaga! Panggil penjaga! Tantangan dari para pemimpin politik dan agama semakin hebat, karena banyak orang menyatakan Isa sebagai raja. Saya tahu banyak orang yang telah mengeluk-elukkan-Nya sebagai raja Raja? Ha ha ha, raja pengemis, pelacur, dan pencuri. Kita sudah melihat sebelumnya. Mereka datang, membuat pernyataan, lalu dilupakan. Jangan tutup mata. Pengikut-Nya semakin banyak Rakyat mengagumi-Nya Dan berpikir Ia seorang raja. Dengarkan ini dengan baik. Jikalau orang ini sampai membuat keributan, saya akan menuntut. Mungkin Dia benar. Sudah saatnya kita hadapi Dia. Semakin banyak ahli Taurat dan orang Farisi yang munafik dikecam-Nya sehingga semakin banyak banyak Israel yang menjadi pengikut-Nya dan semakin banyak tantangan dari orang-orang yang dikecam-Nya Di Bait Allah Isa melihat seorang janda miskin memberikan persembahan dua peser. Tidak bisa memberi lebih. Aku berkata, janda ini memberi lebih banyak dari yang lain, sebab yang lain telah memberi dari kelimpahan mereka. Tapi dia, janda ini, memberikan semua yang ia miliki. Katakan, atas dasar apa kau melakukan semua ini, siapa yang memberimu wewenang? Sekarang aku bertanya. Katakan, permandian Yahya itu dari Allah atau dari manusia? Apa jawaban kita? Jika kita jawab dari Allah, Ia akan berkata, mengapa kamu tidak percaya? Tapi jika kita katakan dari manusia, kita bisa dirajam sebab mereka yakin bahwa Yahya adalah nabi. Kami tidak tahu dari mana asalnya. Aku tidak mau mengatakan atas dasar apa Aku melakukan ini. Ada seseorang membuka kebun anggur, menyewakannya pada penggarap, dan pergi beberapa lama. Ketika waktu musim anggur tiba, Ia menyuruh seorang hamba untuk mengambil bagiannya dari para penggarap. Tapi hamba itu dipukuli dan pulang tanpa hasil. Disuruhnya lah hamba yang lain Tapi hamba itu juga dipukuli, dipermalukan, dan disuruh pulang dengan tangan hampa. Lalu ia menyuruh hamba yang ketiga. Tapi hamba itu pun dilukai dan dilempar keluar kebun. Maka kata pemilik kebun anggur, Apa yang harus kuperbuat? Akan kuutus anakku yang kukasihi. Pasti mereka menghormatinya. Tapi ketika mereka melihatnya, mereka berkata, Dia ini ahli warisnya. Bunuh dia, dan warisannya jadi milik kita. Lanjutkan Junjungan Mereka menyeretnya keluar kebun, dan membunuhnya. Apa yang akan diperbuat pemilik kebun terhadap mereka? Ia akan membunuh mereka, dan menyerahkan kebun itu pada orang lain. Jadi apa arti ayat ini? Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Siapa jatuh ke atas batu itu akan remuk, dan siapa ditimpa batu itu akan hancur jadi debu. Guru, yang Engkau katakan dan ajarkan itu benar. Engkau tidak memandang muka, tapi Engkau mengajar kebenaran tentang jalan Allah. Katakan, apakah boleh kami membayar pajak kepada Kaisar Rum atau tidak? Hati-hati, Junjungan, ia menjebak Perlihatkan uang logam. Gambar dan nama siapakah ini? Kaisar. Maka berikan pada Kaisar yang menjadi hak Kaisar. dan kepada Allah yang menjadi hak Allah. Apa jawabmu? Aku ingin makan hidangan Paskah ini denganmu sebelum aku menderita Sesungguhnya, Aku tak akan memakannya lagi sampai maknanya digenapi dalam kerajaan Allah. Terpujilah Engkau, ya Allah, Tuhan semesta alam, yang memberkahi pokok anggur. Ambillah ini dan bagikanlah. Aku tidak akan minum lagi anggur ini sampai kerajaan Allah datang. Terpujilah Engkau, ya Allah, Tuhan semesta alam, yang memberkahi roti hasil bumi. Inilah tubuhku yang diserahkan bagimu. Lakukan ini untuk mengingat Aku Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku yang ditumpahkan bagimu Tapi lihat, orang yang menyerahkan Aku ada bersama Aku di meja ini Sesungguhnya Anak Manusia harus mati seperti yang ditentukan Allah, tapi celakalah orang yang menyerahkan Dia. Mana mungkin? Tidak mungkin. Tapi siapakah dia? Mustahil. Siapa pengkhianat itu, Junjungan? Yang terbesar harus menjadi yang terkecil, dan pemimpin harus seperti pelayan. Siapakah yang lebih besar? Yang duduk makan, atau yang melayani? Tentu yang duduk makan. Tapi Aku berada di tengahmu sebagai pelayan. Kamu tetap bersama Aku dalam segala pencobaan-Ku dan Aku menentukan kerajaan bagimu sama seperti Bapaku menentukannya bagi-Ku Kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam kerajaan. Dan kamu akan duduk di tahta menghakimi dua belas suku Israel. Jadi pengkhianat itu tidak ada. Simon, Simon, dengar. Iblis ingin menyaring kalian untuk memisahkan yang baik dari yang buruk bagai gandum dari sekam. Tapi Aku telah berdoa agar imanmu jangan gugur. Jika engkau sudah insaf, kuatkan saudara-saudaramu. Junjungan aku siap untuk dipenjara bersama-Mu dan mati bersama-Mu Dengarlah, Petrus. Ayam tidak akan berkokok hari ini sebelum kamu menyangkal Aku tiga kali. Waktu Kuutus tanpa membawa apa-apa, kamu kekurangan? Tidak, tidak kekurangan. Tapi sekarang yang punya dompet atau kantong harus membawanya. Yang tak punya pedang harus menjual jubah dan membelinya. Ada tertulis, Ia akan digolongkan dengan orang durhaka. Dan yang tertulis tentang Aku sedang digenapi. Lihat, ini ada pedang, Junjungan Itu cukup. Lalu Iblis memasuki Yudas, yang disebut Iskariot, seorang dari antara kedua belas murid. Ia pergi kepada imam-imam kepala untuk menyerahkan Isa. Isa meninggalkan Yerusalem dan pergi ke Bukit Zaitun untuk berdoa. Berdoalah agar jangan jatuh dalam pencobaan. Yudas menjual Isa demi tiga puluh keping perak. Isa mengetahui bahwa saat kematian-Nya bagi dosa-dosa manusia sudah dekat Lalu Ia berdoa. Ya Bapa sekiranya Engkau berkenan, jauhkanlah cawan ini daripada Aku. Namun, janganlah kehendak-Ku tetapi kehendak-Mu yang jadi Malaikat dari surga menampakkan diri kepada-Nya untuk menguatkan Dia Dan peluhnya bagai titik-titik darah bertetesan ke tanah. Mengapa tidur? Bangunlah! Berdoalah agar jangan terkena pencobaan. Yudas, apakah dengan ciuman kau serahkan Anak Manusia? Junjungan, boleh kami serang dengan pedang? Ayo, tangkap Dia! Sudahlah. Oh, mukjizat! Penjahatkah Aku hingga kamu datang dengan pedang dan pentungan? Tiap hari Aku di Bait Allah, kamu tidak menangkap-Ku Tapi inilah saatnya kamu bertindak. Kuasa gelap menguasaimu. Tangkap Dia! Jagalah Dia. Para prajurit membawa-Nya ke halaman dan mengolok-olok Dia sebagai raja bani Israil Inilah juga seorang raja! Katakan, apa yang akan terjadi? Kau akan selamatkan kami, Yang Mulia! Ha ha ha ha! Menyelamatkan kami! Ha ha ha ha! Orang ini juga bersama Isa. Aku tidak mengenal Dia. Aku lihat mereka bersama. Ya Allah Tuhanku! Ha ha ha ha! Bagaimana menghormati orang? Ha ha ha ha! Kau juga salah satu dari mereka. Tidak, bukan aku. Pasti orang ini adalah pengikut Isa, sebab ia juga orang Galilea. Pergilah! Aku tidak tahu apa yang kau katakan. Ha ha ha ha! Isa menoleh dan menatap Petrus. Lalu Petrus ingat apa yang dikatakan Isa kepadanya. Sebelum ayam berkokok hari ini, engkau akan menyangkal Aku tiga kali. Ya Allah, berbuatlah sesuatu yang Kau kendaki, sesuai dengan kuasa-Mu yang besar. Engkau yang mengampuni nenek moyang kami ketika mereka durhaka. Engkau yang murka terhadap mereka, namun tidak memusnahkan mereka. Karena kasih-Mu, perjanjian-Mu, dan kesetiaan-Mu, Engkau menyelamatkan mereka. Siapa memukul-Mu Coba tebak, siapa berikutnya? Sudah! Berhenti kataku! Bawa Dia ke Mahkamah Agama! Ayo! Katakan, apakah Engkau Al-Masih? Jika Ku jawab, kamu tidak akan percaya. Jika Aku bertanya, kamu tidak akan menjawab. Tapi mulai sekarang, Anak Manusia akan duduk di sebelah kanan Allah. Kalau begitu, Engkau Sang Anak? Ya, Akulah Dia. Siapa yang memberi Dia kuasa untuk mengatakan hal itu? Kita sudah mendengar dari mulut-Nya sendiri Bawa Dia ke Pilatus. Ya, ya, enyahkan Dia Ayo! Mereka membawa Isa ke hadapan Pontius Pilatus, Gubernur Rum yang kejam yang telah menyalibkan ribuan orang. Ada apa kalian, pagi-pagi ke sini? Orang ini telah menyesatkan rakyat. Ialah penyebab keributan di Bait Allah Apa hukuman untuk-Nya? Hukum Dia! Aku tidak mempunyai alasan untuk menghukum Orang ini. Ia bersalah yang melarang rakyat membayar pajak kepada Kaisar dan mengaku sebagai Al-Masih raja. Raja? Engkau raja Bani Israil? Ya, benar. Ia mulai dari Galilea dan sekarang sampai di sini. Di Galilea? Dia orang Galilea? Kalau begitu, serahkan dia kepada Herodes. Bukankah Ia masih ada di Yerusalem? Bawa Dia ke Herodes. Siapakah Engkau ini sebenarnya? Siapa saja yang menjadi murid-murid-Mu? Banyak orang mengatakan bahwa engkau dapat membuat mukjizat Buatlah mukjizat sekarang. Tuanku, Ia telah menyesatkan seluruh rakyat. Ia menyebut diri-Nya raja Orang ini raja? Yang mulia, hajar Dia! Kembalikan ke Pilatus. Ini wilayahnya. Orang ini tidak pantas dihukum mati. Jadi, aku akan menghajar-Nya dan melepaskan-Nya Engkau wajib membebaskan seorang tahanan pada hari raya ini. Bebaskanlah Barabas bagi kami. Ya, Barabas. Dan singkirkan Orang ini. Ya, bebaskan Barabas. Salibkan Dia! Ya, salibkan Dia! Kamu, kamu, campuk dia! Apa lagi yang kau tunggu, Pilatus? Suruh Dia berdiri! Tapi mereka terus berteriak dengan keras agar Isa disalibkan. Akhirnya Pilatus menjatuhkan hukuman mati kepada Isa. Ia membebaskan Barabas yang dipenjarakan karena pemberontakan dan pembunuhan, lalu menyerahkan Isa kepada mereka untuk disalibkan. Minggir! Minggir! Mundur! Minggir! Ayo! Ayo! Berjalan! Minggir! Minggir kamu! Minggir Berdiri! Jalan! Minggir kalian! Minggir kalian! Ayo jalan! Bangun! Ayo bangun! Kamu! Siapa namamu? Simon, orang Kirene Gantikan Dia. Putuskan talinya! Pikul ini! Ayo jalan! Cepat! Mundur! Mundur! Ayo, berikan jalan! Ayo, berikan dia jalan! Tolong! Minggir! Minggir! Minggir! Kami menangisi-Mu, Junjungan Minum ini, minumlah. Minumlah, Junjungan. Putri Yerusalem, jangan tangisi Aku, tapi tangisilah dirimu dan anak-anakmu. Sebab jika orang bisa berbuat begini terhadap kayu hidup, apalagi terhadap kayu kering, Allah menolong Junjungan. Kami mendoakan Junjungan. Maju! Ke sini! Maju! Ayo cepat! Ayo lebih cepat! Kamu ke sini! Cepat! Ayo lebih cepat! Jalan! Ayo! Cepat! Ayo cepat! Maju lagi! Kamu sekarang jalan! Ayo! Cepat! Jangan! Ayo terus! Ayo! Ayo lewat sini! Lepas talinya! Ampuni mereka, Bapa Mereka tidak tahu yang mereka perbuat. Orang lain, Ia selamatkan. Biarlah Ia selamatkan diri-Nya Ya, jika Engkau Al-Masih selamatkanlah diri-Mu Turunlah dari salib. Tunjukkan salah satu mukjizat-Mu Dan Isa disalibkan di antara dua penjahat, seperti yang diramalkan para nabi ratusan tahun sebelumnya. Inilah dia jubah yang ajaib. Sini! Ini milikku! Jangan dibagi! Kita undi saja! Ayo, kita undi saja dulu. Ayo, ayo. Aku pasti menang. Ayo, ayo. Ayo, ayo. Ayo, ayo. Aku yang menang. Dia yang menang. Di atas kepalanya tertulis, Inilah Raja Bani Israel. Selamatkan diri-Mu jika Engkau Raja Bani Israel. Bukankah Kau Al-Masih? Selamatkan diri-Mu dan kami. Tidakkah kamu takut kepada Allah, yang menerima hukuman yang sama sepertiMu? Ingatlah aku, Isa, bila Kau datang sebagai raja. Aku berjanji. Hari ini pun kau bersama-Ku di Firdaus. Waktu itu kira-kira tengah hari. Kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai menjelang sore. Tirai bait Allah terbelah menjadi dua. Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku Melihat peristiwa itu, kepala pasukan memuliakan Allah, katanya. Terpujilah Allah. Sesungguhnya Dia ini orang benar. Yusuf Arimatea, seorang anggota mahkamah agama, tidak menyetuju tindakan ini. Ia meminta izin dari Pontius Pilatus untuk memakamkan Isa sebelum hari sabat tiba. Maaf, kami mengiringi jenazah Junjungan kami. Tidak apa-apa. Tapi marilah, hari sabat hampir tiba. Pada hari Ahad, pagi-pagi benar, perempuan-perempuan itu pergi ke makam dengan membawa rempah-rempah. Mereka mendapati batu sudah terguling dari makam itu. Dan ketika masuk, mereka tidak menemukan jenazah Isa. Mengapa kamu mencari Dia yang hidup di antara orang mati? Ia tidak ada di sini. Ia telah bangkit. Seperti yang telah dikatakan-Nya ketika di Galilea bahwa Sang Anak harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa, disalibkan dan bangkit pada hari yang ketiga. Dengarlah, batu itu telah terguling. Kami masuk, jenazah Sang Junjungan ah, ah, hilang. Apa? Jenazah Junjungan hilang? dan dua malaikat berdiri dekat kami, bercahaya seperti matahari, dan berkata, Mengapa kamu mencari yang hidup di antara yang mati? Ini benar. Percayalah. Percayalah. Kami telah melihat-Nya Pergilah, lihatlah sendiri. Makam itu kosong. Sang Junjungan telah pergi. Petrus, kau harus percaya pada kami. Isa menampakkan diri kepada dua orang murid-Nya Mereka kembali menjumpai kawan-kawannya dengan gembira. Sang junjungan memang bangkit. Ia menampakkan diri kepada Simon. Kami tidak mengenal-Nya Tidak di jalan. Tapi waktu Ia memecahkan roti, kami mengenal-Nya Di Emaus? Kenapa Dia pergi ke sana? Damai bagimu. Mengapa kamu resah? Mengapa timbul keraguan dalam pikiranmu? Lihat, tangan-Ku dan kaki-Ku Aku sendirilah ini. Rabalah, dan kau akan tahu. Sebab hantu tidak berdaging dan bertulang seperti diri-Ku Inilah perkataan yang telah Kukatakan kepadamu. Semua tulisan tentang Aku dalam Taurat, Surat Nabi-Nabi, dan Zabur harus digenapi. Seperti tertulis, Al-Masih harus menderita dan bangkit dari maut di hari ketiga. Dan dalam nama-Nya kabar pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan pada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamulah saksi dari semuanya. Dan Aku akan mengutus ruh Allah bagimu. Tapi tinggallah di Yerusalem, sampai kamu menerima kuasa-Nya Kiranya Allah memberkahimu. Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku Permandikanlah mereka dalam nama Bapa Anak, dan Ruh Allah. Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ingatlah, Aku menyertai kamu senantiasa, sampai kesudahan zaman. Amin. Dalam kitab suci, Allah menyatakan bahwa Al-Masih akan datang untuk menjadi Penyelamat dunia. Kehidupan Isa membuktikan bahwa memang Dialah yang telah diramalkan oleh para nabi. Nabi Yesaya meramalkan seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Berabad-abad kemudian, kelahiran Isa menjadi pengenapan ramalan tersebut. Kitab suci menyatakan bahwa bayi suci itu akan disebut Sang Anak yang datang dari Allah. Ini berarti, Isa akan disebut demikian dalam pengertian rohani, bukan jasmani. Kita melihat kenyataan ini melalui kehidupan-Nya Ia menyembuhkan orang sakit, mengampuni dosa-dosa, membuat orang berbalik kepada Allah, dan menjanjikan suatu tempat dalam kerajaan Allah yang kekal. Ia menyerahkan diri-Nya sebagai suatu kurban dan bangkit lagi mengalahkan maut. Semuanya sesuai dengan rencana Allah. Isa bersabda, Tak seorang pun dapat mengambil hidup-Ku dari-Ku Aku menyerahkannya menurut kehendak-Ku sendiri Kehidupan Isa tidak hanya mengenapi tulisan para nabi, tapi juga meneguhkan kebenaran firman Allah yang suci. Para nabi menyatakan, Firman Allah itu sempurna, firmanmu kekal ya Allah. Isa sendiri bersabda, Langit dan bumi akan lenyap, tetapi perkataan-Ku tidak akan lenyap Isa datang untuk memberikan hidup yang bahagia. Tetapi ketika dahulu manusia tidak taat kepada Allah di Taman Firdaus, manusia telah memilih jalannya sendiri, dan tindakannya itu memisahkan dia dari Sang Khalik Kitab Suci menyatakan, semua orang sudah berdosa, dan upah dosa adalah maut. Ini berarti kematian rohani, terpisah dari Allah untuk selama-lamanya. Allah menyediakan domba jantan sebagai pengganti anak Ibrahim. Demikian juga Ia mengirimkan Isa Al-Masih untuk mati menggantikan kita. Kehidupan, kematian dan kebangkitan-Nya memulihkan hubungan antara Allah dengan semua orang yang percaya kepada-Nya Sekarang semua orang yang mengikut Isa tidak saja diampuni dosanya, tetapi juga diselamatkan dari hukuman Allah yang kekal. Mereka dijamin masuk surga dan tinggal bersama-Nya selama-lamanya Kehidupan serta pembebasan dari kuasa dosa, inilah yang Isa tawarkan hari ini. Tawaran ini tidak berarti mengikuti suatu agama, tetapi memilih untuk beriman kepada Isa yang bersabda, Aku berdiri di depan pintu dan mengetuk jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya. Ini berarti berbalik kepada Allah dan beriman kepada Isa untuk memasuki kehidupan kita, mengampuni dosa-dosa dan menjadikan kita sesuai dengan kehendak-Nya Tidaklah cukup untuk memahami Isa dengan akal dan emosi saja. Kita menerima Isa melalui iman, dengan hati yang rela. Bila orang bersedia menjadi pengikut Isa Al-Masih, maka mereka dapat berbicara kepada-Nya dalam doa Sekarang mungkin saudara bersedia untuk membuka hidup saudara kepada Allah. Jika demikian, ikutilah doa yang berikut ini dalam hati saudara. Ya Allah, saya membutuhkan Isa. Terima kasih atas kematian-Nya di kayu salib untuk dosa-dosa saya Saya mengaku dan bertobat dari dosa-dosa saya. Saya membuka pintu hati dan menerima Isa sebagai Penyelamat dan Junjungan saya. Terima kasih, Engkau telah mengampuni dosa saya dan memberikan hidup yang kekal. Bentuklah saya menjadi pribadi yang sesuai dengan kehendak-Mu waktu saya beriman kepada Isa. Amin. Isa bersabda, domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku. Untuk mengalami hidup bahagia yang dijanjikan Isa, orang-orang yang beriman kepadaNya berdoa kepada Allah setiap hari dan membaca firman-Nya Mereka menceritakan Isa kepada orang lain dan mengadakan pertemuan dengan sesama orang percaya. Ingatlah janji-Nya yang indah Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Ingatlah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kesudahan zaman.
JesusFilm