Memuat video
Transkrip
Indonesian (Isa)
Pernahkah Saudara bertanya-tanya, apakah orang Kristen itu percaya kepada satu Allah atau tiga?
Allah Maha Kuasa. Segala kuasa dan keberadaan-Nya di luar pemahaman manusia.
Pencipta segala sesuatu, Dia dapat memilih untuk melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya,
namun Dia memilih untuk memperkenalkan diri-Nya kepada kita dan menyatakan sifat-Nya
Kitab Suci berkata, "Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa."
Sifat kudus-Nya adalah misteri,
tetapi Kitab Suci banyak menyatakan sifat-sifat Allah yang dapat kita pahami.
Mari kita coba memahaminya dengan cara ini …
bayangkan sebuah cincin.
Satu bentuk, satu objek: lingkaran yang sempurna tanpa awal atau akhir.
Sekarang bayangkan cincin ini dibuat dari tiga untaian yang berjalin.
Ia tetap satu cincin, tapi ia mempunyai tiga bagian yang indah;
tersambung tetapi berbeda.
Cincin ini dapat memberikan kita gambaran tentang sifat Yang Maha Kuasa
dengan setiap jalinan mewakili kepribadian Allah.
Pribadi Allah yang pertama menyatakan diri-Nya sebagai Bapa Yang Mahakuasa:
Pencipta segala sesuatu yang terlihat dan tak terlihat.
Dia duduk di atas takhta surgawi
Pribadi Allah yang kedua menyatakan diri-Nya sebagai Isa.
Dia adalah gambaran Allah dalam rupa manusia,
diberi gelar "Anak Allah"
Alkitab berkata, "Allah telah berbicara kepada kita melalui Anak-Nya...
Sang cahaya kemuliaan Allah dan gambaran yang tepat dari keberadaan-Nya."
Allah datang ke dunia dalam diri Isa untuk menyelamatkan manusia dan menyampaikan kehendak-Nya kepada manusia.
Pribadi Allah yang ketiga menyatakan diri-Nya sebagai Roh Suci. "Sang Penolong."
Isa berkata, "Aku akan minta kepada Bapa,
dan Dia akan memberikanmu Penolong yang lain untuk menolong dan menyertai kamu selama-lamanya
Roh kebenaran…Dia tinggal bersama kamu dan akan ada di dalam kamu."
Roh Suci menolong kita untuk mengenal Allah dan memahami-Nya.
Allah dalam Kitab Suci adalah satu Allah Yang Maha Kuasa
Dan keberadaan-Nya sempurna dalam harmoni antara ke tiga pribadi
menolong kita memahami kekayaan keberadaaan-Nya dan memperjelas perbedaan
antara Allah dengan manusia.
Sebagai satu Allah yang Suci, Dia memilih untuk menyatakan diri-Nya
dan mengundang kita ke dalam suatu hubungan dengan-Nya.