Family6 daripada 7

The Beginning

The story of Jesus fits within the larger story of the Judeo Christian tradition. The purpose of everything since creation has been to point to the life of Jesus. All of creation speaks of the majesty of God. As God created man and woman he intended them to live in peace with him forever. But because of their disobedience mankind was separated from God. But God still loved mankind so throughout the Scriptures God reveals his plan to save the world.

Soalan anda

Ayat Alkitab

Kongsi
Genesis 1:26-27

Then God said, “Let Us make man in Our image, after Our likeness, to rule over the fish of the sea and the birds of the air, over the livestock, and over all the earth itself and every creature that crawls upon it.” So God created man in His own image; in the image of God He created him; male and female He created them.

Berean Standard Bible

Public Domain

Baca lagi...
Genesis 3:7

And the eyes of both of them were opened, and they knew that they were naked; so they sewed together fig leaves and made coverings for themselves.

Berean Standard Bible

Public Domain

Baca lagi...
Genesis 3:22-24

Then the Lord God said, “Behold, the man has become like one of Us, knowing good and evil. And now, lest he reach out his hand and take also from the tree of life, and eat, and live forever...” Therefore the Lord God banished him from the Garden of Eden to work the ground from which he had been taken. So He drove out the man and stationed cherubim on the east side of the Garden of Eden, along with a whirling sword of flame to guard the way to the tree of life.

Berean Standard Bible

Public Domain

Baca lagi...
Genesis 22:1-18

Some time later God tested Abraham and said to him, “Abraham!” “Here I am,” he answered. “Take your son,” God said, “your only son Isaac, whom you love, and go to the land of Moriah. Offer him there as a burnt offering on one of the mountains, which I will show you.” So Abraham got up early the next morning, saddled his donkey, and took along two of his servants and his son Isaac. He split the wood for a burnt offering and set out for the place God had designated. On the third day Abraham looked up and saw the place in the distance. “Stay here with the donkey,” Abraham told his servants. “The boy and I will go over there to worship, and then we will return to you.” Abraham took the wood for the burnt offering and placed it on his son Isaac. He himself carried the fire and the sacrificial knife, and the two of them walked on together. Then Isaac said to his father Abraham, “My father!” “Here I am, my son,” he replied. “The fire and the wood are here,” said Isaac, “but where is the lamb for the burnt offering?” Abraham answered, “God Himself will provide the lamb for the burnt offering, my son.” And the two walked on together. When they arrived at the place God had designated, Abraham built the altar there and arranged the wood. He bound his son Isaac and placed him on the altar, atop the wood. Then Abraham reached out his hand and took the knife to slaughter his son. Just then the angel of the Lord called out to him from heaven, “Abraham, Abraham!” “Here I am,” he replied. “Do not lay a hand on the boy or do anything to him,” said the angel, “for now I know that you fear God, since you have not withheld your only son from me.” Then Abraham looked up and saw behind him a ram in a thicket, caught by its horns. So he went and took the ram and offered it as a burnt offering in place of his son. And Abraham called that place The Lord Will Provide. So to this day it is said, “On the mountain of the Lord it will be provided.” And the angel of the Lord called to Abraham from heaven a second time, saying, “By Myself I have sworn, declares the Lord, that because you have done this and have not withheld your only son, I will surely bless you, and I will multiply your descendants like the stars in the sky and the sand on the seashore. Your descendants will possess the gates of their enemies. And through your offspring all nations of the earth will be blessed, because you have obeyed My voice.”

Berean Standard Bible

Public Domain

Baca lagi...
Psalm 19:1-2

For the choirmaster. A Psalm of David. The heavens declare the glory of God; the skies proclaim the work of His hands. Day after day they pour forth speech; night after night they reveal knowledge.

Berean Standard Bible

Public Domain

Baca lagi...
Bahan percuma

Ingin memahami Alkitab dengan lebih mendalam?

Sertai pembelajaran Alkitab

Transkrip

Malay (بهاس ملايو)
Tuhan sungguh besar, disanjung tinggi, penuh kuasa, mengatasi segalanya, langit menceritakan kemuliaan-Nya, cakrawala menunjukkan perbuatan-Nya yang menakjubkan. Setiap hari mereka berbicara, Setiap malam mereka membuat Dia dikenali. Pada waktu Tuhan mencipta langit, Ia juga mencipta bumi serta membentuk manusia dari debuh tanah dan menghembuskan nafas kehidupan ke dalam lubang hidungnya. Tuhan yang maha kasih mencipta laki-laki dan perempuan menurut keperibadian-Nya sendiri untuk bersekutu dengan Dia. Dan pada mulanya mereka takut dan menghormati Tuhan serta hidup harmoni dengan-Nya. Amalan ini terus berlangsung sehinggalah pada suatu hari iblis mencubai perempuan itu supaya memakan buah dari pokok larangan dan kemudian memberikan kepada lelaki, yang juga memakannya. Dengan perbuatan itu, mereka memberontak terhadap Tuhan serta memilih jalan mereka sendiri. Sebagai akibat dosa ini, manusia dipisahkan dari Tuhan dan diusir keluar dari Taman Eden. Tetapi Tuhan tetap mengasihi manusia. Tidak pernah dalam niat Tuhan untuk berpisah dengan ciptaan-Nya. Namun, dapatkah dikatakan Tuhan itu kudus dan sumber keadilan sempurna jika Dia tidak menghukum manusia atas dosa yang dilakukan? Dalam Kitab Suci-Nya, Tuhan menyatakan rancangan-Nya untuk menyelamatkan dunia daripada penghakiman-Nya. Orang pertama melihat rancangan tersebut adalah Abraham. Abraham adalah orang benar dan Tuhan telah berjanji untuk memberkati dia serta menjadikan keturunannya bertambah banyak bagaikan pasir di laut dan bintang dilangit. Untuk menguji kesetiaannya, Tuhan meminta Abraham mempersembahkan anak lelakinya sebagai korban persembahan kepada-Nya. Abraham percaya kepada Tuhan dan mentaati-Nya. Tetapi, ketika dia mengangkat pisau untuk membunuh anak lelakinya, malaikat Allah menghalang dia. Dia tahu Abraham takut dan sedia mentaati Tuhan. Kemudian, Abraham melihat seekor domba jantan yang tanduknya tersangkut pada belukar dan mempersembahkannya kepada Tuhan sebagai pengganti anaknya. Dan Tuhan memberitahu Abraham bahawa domba atau binatang yang sejenis dengannya itu disembelih sebagai penutup sementara terhadap dosa sehinggalah Tuhan menyediakan korban sempurna untuk membayar hukuman dosa manusia. Korban tersebut akan memulihkan hubungan manusia dengan Tuhan yang telah terpisah akibat dosa. Kitab Suci telah menyatakan ada Seorang yang akan datang sebagai korban sempurna terhadap dosa-dosa dunia. Seperti domba jantan menggantikan tempat anak Abraham, Orang yang akan datang itu, juga akan menggantikan tempat manusia supaya manusia mendapat pengampunan. Ada yang menyebut Orang ini sebagai Mesias, yang akan datang untuk mendamaikan dunia kepada Tuhan sekali dan selama-lamanya. Nabi-nabi telah menubuatkan banyak perkara dengan lengkap tentang Mesias beratus-ratus tahun sebelum kedatangan-Nya. Nabi Yesaya telah menyatakan kelahiran-Nya sebagai kelahiran yang ajaib. Seorang perawan akan mengandung seorang anak yang akan disebut, dalam pengertian secara rohaniah, Anak Allah. Nabi Mikah menubuatkan bahawa Mesias akan dilahirkan di Betlehem. Sementara nabi Zakaria menyatakan bagaimana Dia masuk ke Yerusalam dengan menaiki seekor keldai. dan pengkhianatan oleh Yudas, salah seorang daripada murid-Nya. Nabi Yesaya menubuatkan apa yang di lakukan oleh Mesias ketika Dia datang: “Yesus yang diurapi akan mengkhabarkan Berita Baik kepada orang miskin, menghibur mereka yang putus asa, mengisytiharkan pembebasan bagi mereka yang ditawan, dan mengumumkan bahawa sudah sampai waktu Tuhan menyelamatkan umat-Nya.” Jadi, Siapakah Mesias itu? Pada abad pertama seorang nabi telah datang yang disebut Yesus. Beberapa orang berpendapat bahawa Dialah nabi yang dikatakan. Mungkinkah? Apakah hidup-Nya memenuhi syarat seperti yang dinubuatkan tentang Dia? Apakah Yesus lebih daripada seorang nabi? Kisah seterusnya adalah tentang Yesus, berdasarkan laporan dari mereka yang melihat sendiri peristiwa itu seperti yang dicatat dalam Kitab Suci. Seorang pelakon melakonkan watak Yesus, walaupun tidak seorangpun layak melakonkan peranan tersebut. Hal ini dilakukan agar kita boleh mengerti serta mendapat manfaat daripada kehidupan Yesus.
JesusFilm