Film pendek
Rencana Penyelamatan Allah
3 mntFHD
1 dari 8Klip 1 dari 8Apakah Anda Pernah Bertanya-tanya...? · 8 bab
Rencana Penyelamatan Allah
Pernahkah Anda merasa bahwa dunia ini hancur, dan kita pun ikut hancur? Seringkali, usaha kita untuk memperbaiki dunia dan diri kita sendiri hanya menimbulkan lebih banyak masalah. Tetapi ada Kabar Baik: Allah, dalam kasih-Nya, telah menyediakan jalan bagi kita untuk dipulihkan kepada kehormatan.
PertanyaanPertanyaan terkait
PertanyaanmuAyat Alkitab
BagikanRomans 6:23
For the wages of sin is death, but the gift of God is eternal life in Christ Jesus our Lord.
Berean Standard Bible
Public Domain
Baca selengkapnya...1 John 5:11
And this is that testimony: God has given us eternal life, and this life is in His Son.
Berean Standard Bible
Public Domain
Baca selengkapnya...1 John 5:13
I have written these things to you who believe in the name of the Son of God, so that you may know that you have eternal life.
Berean Standard Bible
Public Domain
Baca selengkapnya...Transkrip
Indonesian (Isa)
Bukankah kadang terasa seolah dunia ini rusak?
Seolah ada sesuatu yang tidak beres?
Pada mulanya, Allah menciptakan dunia supaya penuh kebaikan.
Tapi kita tidak menaati Allah dengan mengambil jalan sendiri menjauh dari-Nya.
Dunia menjadi rusak dan begitu pula kita.
Alkitab menyebut itu dosa.
Ini bukan sedekar tindakan kita, tapi juga sikap hati kita.
Akibat dari ketidaktaatan kita adalah maut — Terpisah dari sumber kehidupan.
Kita bisa merasakan keterpisahan itu ketika kita merasa bersalah, malu, dan najis.
Tapi tak ada yang dapat kita lakukan untuk menyucikan dosa atau memulihkan hidup kita,
karena kita terpisah dari Allah yang Suci.
Kisah kita sungguh tragis jika ceritanya berakhir di sini — tetapi Allah telah memberi jalan!
Allah telah membuat rencana penyelamatan sejak awal mula!
Allah telah mengungkapkan rencana-Nya kepada leluhur kita.
Di dalam Kitab Suci, Ibrahim adalah orang beriman yang saleh dihadapan Allah.
Allah menghormati kesediaannya untuk mengorbankan putranya sebagai tindakan ketaatan kepada-Nya.
Tetapi melalui campur tangan Allah, Ibrahim memperoleh seekor domba jantan untuk dikorbankan sebagai pengganti anaknya.
Allah itu adil, oleh karena itu kita layak mati dan terpisah dari-Nya.
Tapi Allah juga mengasihi kita, Dia ingin kita memiliki hidup yang kekal bersama-Nya.
Sama seperti Allah menggantikan anak Ibrahim yang akan dikorbankan dengan domba jantan,
Allah juga menyediakan Yesus untuk menjadi korban terakhir yang sempurna bagi kita.
Isa menutupi dosa kita, membebaskan kita dari upah dosa, yaitu maut,
dan membenarkan kita.
Isa, yang Illahi, menjadi manusia untuk memasuki dunia kita yang hancur dan menjalani hidup yang sempurna.
Ketika Dia mati, Dia mengambil rasa malu dan hukuman kita.
Dia mati dengan kematian yang layak kita terima.
Setelah tiga hari, Dia bangkit dari kematian, dan tidak pernah mati lagi.
Inilah kabar baik dari Alkitab —
Allah telah membuka jalan bagi kita untuk memiliki hidup yang kekal bersama-Nya.
Ketika Saudara menaruh iman pada apa yang Allah lakukan untuk Saudara melalui Almasih, Dia mengganti
rasa malu Saudara dengan kehormatan, dan kesalahan Saudara dengan kebenaran.
Alkitab berkata, “Sebab upah dosa ialah maut;
tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Isa Almasih, Tuhan kita.”
Tetapi karunia itu menjadi milik Saudara hanya jika Saudara mau menerimanya.
Saudara dapat menerima karunia itu kapan saja dengan berdoa.