Film ini merupakan pengenalan yang sangat tepat terhadap Yesus melalui Ajaran Gospel Lukas. Yesus tak henti-hentinya memberikan kejutan dan bukti kejutan pada umatnya dari kelahiranNya yang ajaib hingga KebangkitanNya dari kubur. Ikuti jalan semasa hidupNya melalui kutipan-kutipan dari Kitab Lukas, semua keajaiban, ajaran, dan kata hati.
Allah menciptakan semuanya dan sangat mencintai umat manusia. Akan tetapi umat manusia tidak mematuhi perintah Allah. Allah dan umat manusia menjadi jauh terpisah, akan tetapi Allah sangat mencintai umat manusia, Dia mengatur penebusan bagi umat manusia. Dia utus Anak Allah Yesus untuk menjadi pengorbanan suci yang tepat untuk memperbaiki kita.
Sebelum Yesus turun, Allah mempersiapkan manusia. Para rosul berkata tentang kelahiran, kehidupan dan kematian Yesus.
Yesus menyita perhatian. Dia mengajarkan perumpamaan-perumpamaan yang tidak satupun orang benar-benar mengerti, memberi penglihatan kepada yang buta, dan membantu mereka yang tidak seorangpun mengira berharganya bantuan itu.
Dia membuat pemuka-pemuka agama Yahudi takut, mereka melihat-Nya sebagai ancaman. Sehingga mereka mengatur, melalui Yudas sang penghianat dan penindas Roman mereka, untuk menyalib Yesus. Mereka berfikir masalah ini telah selesai. Akan tetapi para wanita yang melayani Yesus menemukan kuburan yang kosong. Para murid-murid menjadi panic. Ketika Yesus muncul, mereka ragu-ragu jikalau Dia nyata. Akan tetapi apa yang Dia proklamirkan terus: Dia adalah pengorbanan suci yang sempurna, Juru Selamat mereka, kemenangan akan kematian. Dia naik ke Surga, meyuruh para pengikutnya untuk menceritakan kepada yang lain tentang Dia dan ajaran-ajaranNya.
Pada mulanya, Tuhan menciptakan dunia ini.
Dia menciptakan langit dan bumi dan segala isinya.
Segala yang diciptakan-Nya itu baik, memperlihatkan kebaikan dan kekuatan-Nya.
Allah menciptakan bermacam-macam tumbuhan dan binatang.
Kemudian Allah membentuk manusia dari debu tanah.
Dia menghembuskan nafas kehidupan untuk membuatnya hidup.
Manusia pertama itu dinamai-Nya Adam.
Kemudian Tuhan menciptakan seorang perempuan untuk menemani dan menjadi istri Adam.
Perempuan itu dinamai Hawa.
Allah menciptakan lelaki dan perempuan sehingga mereka dapat menikmati hubungan yang dekat dengan Tuhan.
Mereka hidup dengan bahagia di dalam sebuah taman yang indah bernama Taman Eden.
Di sana tidak ada penderitaan dan kematian.
Allah berpesan kepada Adam, "Kamu boleh makan buah dari seluruh pohon yang ada di taman ini.
Kecuali ada satu pohon yang bila kamu memakannya maka kamu akan mati."
Tetapi suatu hari Iblis mencobai Hawa.
Dia memakan buah yang dilarang itu, dan suaminya pun juga memakannya.
Saat itu hubungan mereka dengan Allah pun rusak.
Allah itu suci, sehingga para pendosa tidak dapat hidup dalam kemuliaan Tuhan.
Karena itu Allah mengusir Adam dan Hawa dari Taman Eden.
Mereka menderita dan malu karena tidak menuruti perintah Allah.
Sebagai hasilnya, Adam dan Hawa dan seluruh keturunan mereka mengalami sakit dan kematian.
Tapi Allah tetap mengasihi umat manusia.
Dia telah menyediakan jalan bagi mereka untuk kembali dan hidup di dalam-Nya.
Di dalam Alkitab, Tuhan menunjukkan rencana-Nya untuk menyelamatkan umat manusia dari hukuman atas dosa,
sehingga mereka dapat hidup kekal dalam persekutuan dengan Allah.
Allah memperlihatkan rencana ini melalui kisah Abraham.
Abraham percaya dan menghormati Allah.
Allah berjanji memberkati dan melaluinya juga bangsa-bangsa akan diberkati.
Dia berjanji untuk memberikannya banyak keturunan, sebanyak butiran pasir di pantai.
dan bintang-bintang di langit.
Abraham percaya kepada Allah.
Oleh karena imannya itu, Allah menjadikannya orang yang benar, dan orang-orang memanggilnya "Sahabat Allah."
Suatu hari Allah menguji Abraham untuk melihat apakah dia benar-benar percaya dan menuruti segala perintah-Nya.
Dia menyuruh Abraham untuk mengorbankan anaknya.
Abraham mengetahui bahwa anak ini adalah seorang yang Allah janjikan untuk memberikannya banyak keturunan.
Tetapi Abraham tetap percaya dan menaati Allah.
Oleh karena itu, Abraham bersiap membunuh anaknya sebagai persembahan kepada Allah.
Abraham mengambil pisaunya
Tetapi Tuhan berkata, "Abraham! Jangan sakiti anak itu. Aku tahu bahwa engkau takut akan Aku, dan menaati perintah-Ku."
Lalu Abraham melihat seekor domba. Tanduknya tersangkut pada semak-semak.
Kemudian Abraham mengambil domba itu dan mengorbankannya kepada Tuhan sebagai ganti anaknya.
Ketika Tuhan menyediakan kurban seekor domba sebagai ganti anak Abraham,
Allah menunjukkan cinta kasih yang besar bagi semua orang.
Dia juga menunjukkan rencana-Nya untuk menyediakan pengorbanan terakhir untuk mati
sebagai ganti dosa umat manusia.
Dahulu kala Tuhan menunjukkan kepada para nabi
bahwa Ia akan mengirimkan seorang yang tidak berdosa untuk mati menebus dosa umat manusia.
Pengorbanan aja agar membuka jalan bagi mereka yang percaya kepadanya
untuk hidup dalam persekutuan dengan Tuhan selamanya.
Para nabi menyebut orang itu sebagai "Mesias."
Mereka berkata bahwa Allah akan mengutus Mesias untuk menyelamatkan manusia,
dan selamanya memerintah mereka atas nama Tuhan.
Beberapa ratus tahun sebelum kedatangan-Nya Para nabi berbicara mengenai hal-hal yang akan dilakukan-Nya,
dan juga hal yang akan terjadi kepada-Nya.
Seorang nabi berkata bahwa Allah akan berkata kepada Mesias, "Engkaulah Anak-Ku."
Maksud Nabi itu bukanlah hubungan fisik antara anak dan orangtua.
Panggilan "Anak Allah" menunjukkan hubungan yang erat antara Mesias dan Allah, serta perannya sebagai raja dan penyelamat.
Nabi Yesaya berkata: "Seorang perawan akan mengandung seorang anak."
Anak tersebut adalah firman Allah yang kekal,
yang diutus menjadi Anak manusia untuk menampakkan diri Tuhan kepada dunia.
Para nabi menuliskan bahwa Sang Mesias akan lahir di Betlehem.
Mereka meramalkan kedatangan-Nya sebagai Raja,
dan dikhianati oleh salah satu teman-Nya dengan 30 keping perak.
Para nabi mengatakan bahwa Mesias akan mengorbankan hidup-Nya, tetapi Allah membangkitkan-Nya pada hari ketiga.
Para nabi menyebut Mesias sebagai "Anak Manusia" dan akan kembali dalam hadirat Tuhan,
serta Allah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala bangsa selama-lamanya.
Lebih dari 2000 Tahun yang lalu ada seorang yang hidup di bumi ini, nama-Nya Yesus.
Ketika orang melihat perbuatan-perbuatan-Nya, mereka bertanya satu sama lain, "Apakah Dia Mesias itu?"
Dalam film ini akan diceritakan siapa Yesus itu,
dan segala perbuatan dan perkataan-Nya sesuai yang tertulis dalam Injil.
Di dalam film ini seseorang memerankan sebagai Yesus. Tidak seorangpun yang layak untuk melakukan hal ini,
tetapi film ini dibuat sehingga semua orang dapat mengetahui dan belajar mengenai kehidupan Yesus.
Dan dapat menerima anugerah Tuhan yang dijanjikan-Nya itu.
Saya menuliskan ini kepadamu, Theophilus yang mulia,
hal-hal yang telah terjadi di antara kita, sehingga kamu dapat mengetahui kebenaran dari semuanya itu.
Pada zaman pemerintahan Kaisar Agustus raja agung di Roma dan Herodes raja agung di Yudea,
Allah mengutus malaikat Gabriel menemui seorang perawan di Nazaret.
Dan perawan itu bernama, Maria.
Jangan takut Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia dari Allah.
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan menamai Dia, Yesus.
Bagaimana mungkin?
Aku masih perawan.
Roh Kudus akan turun ke atasmu
dan Anak itu disebut Anak Allah yang Maha Tinggi. Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.
Lalu Maria pergi ke Yudea mengunjungi Elizabet saudaranya
yang juga mengandung dengan cara ajaib.
Elizabet!
Maria!
Maria!
Diberkatilah engkau di antara perempuan.
Dan juga buah kandunganmu.
Ketika salammu kudengar,
anak yang di dalam rahimku
melonjak kegirangan.
Jiwaku memuliakan Tuhan,
dan hatiku bergembira karena Allah Tuhanku.
Mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia.
Hai penduduk Nazaret
Kaisar Agustus, memerintahkan diadakannya sensus penduduk di seluruh wilayah Galilea dan Yudea.
Setiap orang harus mendaftarkan diri masing-masing di tempat kelahirannya.
Mariapun pergi ke Betlehem untuk mendaftarkan diri bersama Yusuf tunangannya.
Tapi tidak ada tempat penginapan bagi mereka kecuali sebuah kandang yang hina.
Di daerah itu ada gembala yang sedang menjaga kawanan ternak,
tiba-tiba malaikat Tuhan berdiri di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar atas mereka.
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat yaitu Kristus Tuhan, di kota Daud.
Mereka segera pergi melihat bayi yang baru lahir itu terbaring di palungan,
dan merekalah orang pertama yang memberitakan “Kabar baik” tentang kelahiran Juruselamat.
Ketika genap delapan hari bayi itu disunat diberi nama Yesus,
Yusuf dan Maria membawanya ke Yerusalem untuk diserahkan kepada Tuhan.
Di sana ada seorang yang baik dan saleh yang telah menerima janji bahwa ia tidak akan mati
sebelum melihat Kristus. Namanya Simeon.
Tuhan, sekarang biarlah hambamu ini pergi dalam damai sejahtera-Mu.
Sebab telah kulihat keselamatan-Mu.
Anak ini telah dipilih Allah.
Tuhan memberkati.
Setelah selesai memenuhi ketentuan hukum Taurat Musa di Yerusalem mereka kembali lagi ke Nazaret.
Waktu Yesus berumur dua belas tahun, Yusuf dan Maria membawanya lagi ke Yerusalem pada hari raya Paskah.
Tapi, waktu pulang Yesus tertinggal di Bait Allah.
Mereka kembali mencari-Nya dan menemukan Yesus sedang duduk bersoal-jawab dengan ahli taurat dan tua-tua.
Dari mana Anak yang luar biasa ini?
Dia dari Nazaret.
Dan tertinggal di sini.
Kami minta maaf.
Semua yang mendengarkan-Nya kagum.
Anakku Mengapa engkau berbuat seperti ini kepada kami? Kami sangat cemas mencari Engkau.
Mengapa mencari Aku? Tidakkah kamu tahu bahwa Aku harus ada di rumah Bapa-Ku?
Yesus pulang dengan mereka ke Nazaret dan bertambah hikmat dan besar dan makin dikasihi Allah dan manusia.
Pada tahun kelima belas pemerintahan raja agung Tiberius,
Pontius Pilatus menjadi gubernur Yudea,
dan Herodes menjadi raja Galilea,
Hanas dan Kayafas menjadi imam besar.
Firman Tuhan datang kepada Yohanes di padang gurun,
dan Ia menjelajahi seluruh daerah Yordan untuk berkotbah tentang pertobatan dan pengampunan dosa.
Bertobatlah kamu!
Dan di baptis!
Dan Allah akan mengampuni dosamu!
Seperti tertulis dalam kitab nabi Yesaya
"Ada suara yang berseru di padang gurun:
Persiapkanlah jalan untuk Tuhan!
Luruskanlah jalan bagi-Nya.
Setiap lembah akan ditimbun;
setiap bukit dan gunung menjadi rata!
Jalan yang berliku diluruskan. Dan yang berlekuk diratakan.
Dan semua orang
akan melihat keselamatan Allah!'"
Apa yang harus kami lakukan?
Ya, katakan, apa yang harus kami lakukan?
Kamu keturunan ular beludak!
Apa yang engkau ingin kami lakukan?
Tunjukkan kami. Katakan dengan jalan apa.
Siapa punya dua baju,
harus memberikan satu untuk yang
tidak punya
Dan siapa mempunyai makanan
harus membagikannya.
Guru,
kami penagih pajak.
Apa yang harus kami lakukan?
Jangan menagih lebih dari seharusnya.
Bagaimana dengan kami?
Apa yang harus kami lakukan?
Jangan kamu merampas uang orang lain.
Dan jangan memeras siapapun.
Cukupkan dirimu dengan gajimu
Katakan..
Apakah Engkau, Kristus?
Aku membaptis kamu dengan air.
Tapi yang lebih berkuasa dari pada-Ku akan datang.
Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis dengan Roh Kudus dan api.
Di tangan-Nya ada nyiru untuk menampi dan mengumpulkan gandum ke dalam lumbung tetapi sekam dibakar-Nya.
Dan Roh Kudus turun ke atas Yesus dalam rupa burung merpati.
Dan suara dari sorga berkata, ”Engkau anak-Ku yang Aku kasihi, kepada-Mu Aku berkenan.
Yesus memulai pekerjaan-Nya ketika berumur tiga puluh tahun. Waktu meninggalkan sungai Yordan,
Yesus penuh dengan Roh Kudus dan memimpin-Nya ke padang gurun di mana Ia dicobai Iblis
selama empat puluh hari. Selama itu Ia tidak makan apa-apa.
Dan Iblis berkata kepada-Nya:
Jika engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.
Ada tertulis:
Manusia hidup bukan dari roti saja tetapi dari setiap firman Allah.
Lalu Iblis membawa-Nya ke tempat yang tinggi dan menunjukkan seluruh kerajaan dunia.
Aku berkuasa atas semua kekayaan dan kemuliaan itu.
Dan aku akan memberikannya kepada-Mu,
jika Engkau sujud dan menyembah aku.
Ada tertulis “Sembahlah Tuhan Allahmu,
dan kepada Dia sajalah engkau berbakti."
Lalu Iblis membawa-Nya ke Yerusalem dan menempatkan-Nya di atas bubungan bait Allah.
Jika engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah,
sebab ada tertulis: “Allah akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya menatang Engkau,
sehingga kaki-Mu tidak terantuk pada batu.”
Ada tertulis,
“Jangan kamu mencobai Tuhan Allahmu.”
Dan Ia kembali ke Nazaret tempat Ia dibesarkan.
Hai
Guru
Dan pada hari Sabat seperti biasa, Ia pergi ke sinagoge.
Dan Ia diminta membacakan bagian dari kitab nabi Yesaya.
Roh Tuhan ada pada-Ku.
Sebab itu Aku memberitakan kabar baik kepada orang-orang miskin.”
“Aku di utus untuk memberitakan pembebasan bagi yang tertawan dan penglihatan bagi yang buta.”
“Untuk membebaskan orang-orang tertindas.
Dan memberitakan bahwa tahun rahmat Tuhan telah datang.
Luar biasa.
Sekarang genaplah firman ini,
sewaktu kamu mendengarnya.
Firman digenapi?
Tapi hanya Mesias saja yang dapat menggenapi janji itu.
Bagaimana kami tahu?
Tentu kamu akan berkata pada-Ku
“Tabib sembuhkanlah diri-Mu sendiri."
Kamu juga akan berkata,
“Perbuatlah di tempat asalmu ini, segala yang telah Kau buat di Kapernaum.
Sesungguhnya,
Tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya!
Dengan demikian Yesus menyatakan diri-Nya Mesias, yang diurapi, Juru Selamat manusia.
Orang-orang Yahudi menolak-Nya sebagai Mesias.
Mereka bermaksud mendorong Yesus ke jurang,
tetapi Yesus menerobos mereka,
dan pergi.
Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea.
Penjajahan Romawi terasa di mana-mana.
Dan banyak orang mengharapkan kedatangan Mesias, yang membebaskan mereka.
Salam bagimu.
Bagi-Mu juga, Guru.
Boleh aku naik perahumu, Simon?
Silahkan.
Ia tidak meninggalkan kita kan?
Berbicaralah kepada kami!
Berbicaralah kepada kami!
Yesus, berbicaralah!
Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa.
Yang seorang Farisi dan seorang penagih pajak.
Yang Farisi berdiri dan berdoa,
“Ya Allah saya bersyukur karena saya tidak seperti orang lain yang serakah, curang atau berzinah.
Saya bersyukur bukan juga seperti penagih pajak ini.”
"Saya berpuasa dua kali seminggu
dan saya memberi perpuluhan."
Tetapi penagih pajak berdiri jauh bahkan tidak berani menatap keatas,
ia memukul dadanya dan berkata,
“Ya Allah, kasihanilah saya, orang berdosa ini.”
Aku berkata kepadamu, penagih pajak yang dibenarkan Allah dan bukan Farisi itu.
Barang siapa meninggikan diri akan direndahkan,
dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.
Doronglah ke tempat yang dalam.
Dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.
Oh, Guru,
sepanjang malam kami bekerja keras,
dan tidak mendapat apa-apa.
Tapi karena Engkau yang menyuruh,
saya akan pergi.
Yakobus!
Yohanes!
Yakobus! Yohanes! Bawa perahumu dan tolong kami! Cepat!
Kami menangkap banyak!
Sudah cukup!
Tinggalkan saya, Tuhan.
Saya orang berdosa.
Jangan takut.
Dari sekarang kamu akan menjala manusia.
Datanglah kepada-Ku dan dengarkanlah maka kamu akan hidup.
Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat.
Baiklah orang jahat meninggalkan jalannya
dan kembali kepada Tuhan karena Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.
Sungguh kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantar dengan damai.
Ia datang! Ia di sini! Lihat!
Yesus! Yesus!
Saya mohon selamatkan anakku!
Tuan, kasihanilah. Ia sakit parah dan hampir mati.
Tolong! Tolonglah saya!
Yairus, maaf.
Yesus!
Anakmu sudah mati.
Jangan lagi mengganggu Guru.
Jangan takut.
Percaya saja ia akan sembuh.
Jangan menangis.
Ia tidak mati, tapi hanya tidur.
Nak,
bangunlah.
Beri ia makan.
Aku minta padamu,
jangan ceritakan pada orang lain.
Sesudah itu Yesus keluar dan bertemu dengan seorang penagih pajak bernama Lewi yang sedang duduk di pintu gerbang kota.
Ikutlah aku.
Kemudian Yesus pergi ke bukit untuk berdoa sepanjang malam.
Dan, ketika hari siang Ia memilih dua belas orang yang disebut rasul.
Simon, yang juga disebut Petrus…
dan Andreas, saudaranya…
Yakobus…
dan Yohanes…
Filipus…
dan Bartolomeus..
dan Matius…
dan Tomas…
Yakobus, anak Alfius…
dan Simon dari golongan Zelot…
Yudas anak Yakobus
dan Yudas Iskariot yang mengkhianati-Nya.
Berbahagialah kamu yang miskin,
karena kamu umat Allah.
Dan kamu yang sekarang lapar, akan dikenyangkan.
Dan kamu yang sekarang menangis, akan tertawa.
Berbahagialah kalau kamu dibenci dan ditolak.
Dihina dan difitnah oleh karena Anak Manusia.
Bersukacita dan bergembiralah,
sebab sesungguhnya upahmu besar di sorga.
Karena para nabi pun telah diperlakukan demikian.
…tujuh belas,
delapan belas,
sembilan belas,
dua puluh…
Sudah habis.
Apa maksudmu sudah habis?! Sini!
Celakalah kamu yang sekarang kaya!
Sebab kamu telah menikmatinya.
Ia tidak ingin kaya. Pasti dia orang gila.
Celakalah kamu yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan menangis.
Celakalah jika semua orang memujimu,
seperti pujian kepada nabi palsu.
Tapi Aku berkata kepadamu:
Kasihilah musuhmu.
Berbuatlah baik bagi yang membencimu.
Mintalah berkat bagi yang mengutukmu.
Dan berdoalah bagi yang mencacimu.
Kalau pipimu yang satu ditampar,
berikan juga pipimu yang lain.
Siapa mengambil bajumu, biarkan ia mengambil jubahmu juga.
Berilah kepada orang yang meminta kepadamu.
Jika seseorang mengambil milikmu,
jangan minta kembali.
Lakukanlah,
apa yang kau kehendaki orang lain lakukan padamu.
Kalau hanya mengasihi orang yang mengasihi kamu,
apakah jasamu?
Orang berdosapun melakukannya.
Kalau kamu hanya berbuat baik kepada orang yang berbuat baik padamu,
apakah jasamu?
Orang berdosapun melakukannya.
Bagaimana mungkin Ia menjamahnya?
Bagaimana mungkin Ia berbicara kepadanya?
Menjijikkan!
Tidak,
kasihilah musuhmu,
dan berbuat baiklah.
Berikan pinjaman jangan mengharapkan kembalinya.
Dan kamu akan mendapat upah yang besar,
kamu akan menjadi anak-anak Allah.
Ia baik kepada mereka yang jahat.
Murah hatilah,
seperti Bapamu juga murah hati.
Yesus, selamatkan kami!
Jangan menghakimi supaya kamu tidak dihakimi!
Janganlah menghukum,
supaya kamu tidak dihukum!
Ampunilah,
dan kamu akan diampuni.
Pimpin kami di jalanMu, Tuhan!
Berilah, dan kamu akan diberi.
Sebab ukuran yang kamu pakai akan dipakai untukmu.
Orang buta tidak dapat menuntun orang buta!
Sebab keduanya akan jatuh ke lubang.
Mengapa kamu melihat selumbar di mata saudaramu tapi balok di matamu tidak?
Tuntun kami, Guru!
Tuhan, kami perlu engkau sekarang!
Berbahagialah wanita yang melahirkan dan menyusui Engkau!
Lebih berbahagia orang yang mendengarkan firman Allah, dan menaatinya.
Saya ingin mengenal orang ini.
Apakah kau pikir, Ia Mesias?
Orang Farisi itu mengundang Yesus makan di rumahnya. Maka Yesus pun pergi dan duduk makan bersama mereka.
Anak-anak menjauhlah kamu, ayo pergi.
Kalian dengar tidak, pergi!
Mereka ingin mendapat perhatian.
Apa yang dilakukannya di sini?
Saya tidak tahu.
Apa yang dilakukannya?
Jika Ia benar-benar Nabi tentu Ia tahu siapa wanita itu.
Dan apa dosa-dosa yang telah dilakukannya.
Saya tahu orang ini, Simon.
Dengarkanlah Aku.
Ada dua orang berhutang kepada seseorang.
Masing-masing lima ratus dan lima puluh dinar.
Karena tidak sanggup membayar kembali,
hutang keduanya dihapus.
Manakah yang lebih bersyukur?
Menurut saya orang yang paling banyak hutangnya.
Kamu benar.
Lihat wanita ini?
Aku masuk kerumahmu, kamu tidak memberi air untuk membasuh kakiku,
tetapi ia membasuhnya dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.
Kamu tidak mencium Aku,
tapi ia terus mencium kaki-Ku.
Kamu tidak meminyaki kepala-Ku.
tapi ia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.
Aku berkata kepadamu,
Kasihnya yang besar menunjukkan bahwa dosanya yang banyak telah diampuni.
Tetapi orang yang sedikit diampuni,
sedikit juga berbuat kasih.
Dosamu telah diampuni.
Imanmu telah menyelamatkan engkau, Pergilah dengan damai.
Dan Yesus berkeliling mengajarkan kabar baik tentang kerajaan Allah.
Dan kedua belas murid mengikutinya juga beberapa wanita yang telah disembuhkan dari roh jahat.
Maria, yang disebut Magdalena,
Yohana, istri Kusa, bendahara Herodes,
dan Susana.
Tetapi, Herodes, raja wilayah Galilea yang ditetapkan oleh pemerintahan Romawi
memenjarakan Yohanes Pembaptis, karena menegur pernikahannya dengan istri saudaranya.
Bagaimana?
Di dekat kota Nain,
kami melihat orang banyak mengantar jenazah. Anak tunggal dari seorang janda.
Waktu Yesus melihat janda itu, Ia berbelas kasihan.
Ia menyentuh usungan itu dan berkata,
“Hai anak muda, bangkitlah.”
Anak itupun bangun dan duduk, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
Tanyakan pada-Nya,
katakanlah,
“Engkaukah yang akan datang itu?
atau, haruskah kami menantikan yang lain?”
Guru!
Guru!
Yohanes Pembaptis menyuruh kami bertanya
apakah Engkau yang akan datang itu,
atau haruskah kami menantikan yang lain?
Kembali dan katakan apa yang telah kamu dengar dan lihat:
orang buta melihat,
orang lumpuh berjalan.
Berbahagialah orang yang tidak menolak Aku.
Angkat aku ayah.
Ayo kuangkat. Dapatkah kamu melihat-Nya?
Aku dapat melihat Yesus.
Seorang petani pergi menabur benih.
Sebagian benih jatuh di pinggir jalan lalu diinjak-injak orang,
dan burung-burung memakannya.
Ada yang jatuh ditempat berbatu-batu,
dan tumbuh sebentar lalu layu, karena tidak mendapat air.
Dan sebagian jatuh di semak duri,
tumbuh tetapi terhimpit,
lalu mati.
Dan sebagian jatuh di tanah yang subur,
lalu tumbuh dan menghasilkan buah,
seratus kali lipat.
Guru,
apa maksud dari perumpamaan itu?
Kamu diberi karunia mengetahui rahasia Kerajaan Allah.
Tetapi kepada mereka diajar dengan perumpamaan agar sekalipun mereka melihat tapi tidak melihat,
dan mendengar tapi tidak mengerti.
Inilah arti perumpamaan itu.
Benih itu, ialah firman Allah.
Yang jatuh di pinggir jalan yaitu orang yang mendengarkannya.
Tapi iblis datang dan merampas firman itu sehingga mereka tidak percaya dan diselamatkan.
Yang jatuh di tempat berbatu-batu yaitu orang yang mendengar dan menerimanya,
tapi tidak berakar.
Mereka percaya sebentar.
Dan masa pencobaan datang,
mereka murtad.
Yang jatuh disemak duri yaitu orang yang mendengar,
tetapi kekuatiran dan kenikmatan duniawi menghimpit mereka,
sehingga tidak menghasilkan buah.
Yang jatuh di tanah yang subur,
yaitu orang yang mendengar firman dan menyimpan dalam hatinya,
dan bertahan sampai menghasilkan buah.
Tidak ada orang yang menyalakan lampu lalu menutupnya,
atau menaruhnya di bawah tempat tidur.
Melainkan menaruhnya di atas,
sehingga orang melihat cahayanya ketika masuk ke rumah.
Sebab semua yang tersembunyi akan kelihatan…
Dan semua yang dirahasiakan akan terlihat dalam terang.
Sebab itu perhatikanlah baik-baik,
siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi.
Tetapi siapa yang tidak mempunyai dari padanya akan diambil.
Guru,
Ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar.
Mereka ingin bertemu.
Ibu dan saudaraKu ialah mereka yang mendengar firman Allah,
dan melakukannya.
Suatu hari Yesus bersama murid-murid-Nya naik perahu dan berkata kepada mereka, “ Mari kita pergi ke seberang danau.”
Dan sementara mereka berlayar, Ia tertidur.
Guru!
Guru!
Yesus!
Kita akan celaka!
Gelombang menghantam kita, kita akan binasa! Tolong Guru!
Kita diselamatkan-Nya!
Di manakah imanmu?
Dan merekapun berlayar ke Gadara, di seberang Danau Galilea.
Yesus,
Anak Allah yang Maha Tinggi.
Mau Kau apakan saya?
Saya mohon,
Jangan siksa saya.
Siapa namamu?
Legion.
Tuhan, kami mohon,
jangan
usir kami ke jurang maut.
Biarkan kami masuk,
ke dalam babi-babi
itu.
Hei!
Kembali!
Berhenti!
Berhenti!
Dan roh-roh jahat meninggalkan orang itu… dan masuk ke babi-babi itu.
Pergi dari sini!
Kamu tukang sihir!
Tinggalkan kami!
Pergi dari tempat ini!
Tinggalkan kami!
Pergi dari sini!
Saya mau mengikut Engkau.
Ijinkan aku bersamamu.
Pulanglah,
dan ceritakan tentang semua ini.
Guru,
Suruhlah mereka pulang,
supaya mereka pergi ke desa-desa sekitar sini,
untuk mendapat makanan dan penginapan. Tempat ini sunyi.
Kamu yang harus memberi mereka makan.
Kita hanya mempunyai lima roti dan dua ikan.
Terpujilah Engkau Tuhan, Raja semesta alam, yang menyediakan roti dan sumber dari segala berkat.
Suatu mujizat.
Mengherankan!
Kata orang siapakah Aku?
Ada yang mengatakan Yohanes Pembaptis,
Yang lain mengatakan Engkau Elia,
dan yang lain lagi mengatakan Engkau salah satu nabi,
yang hidup kembali.
Menurut kamu?
Siapa Aku?
Engkau Messias dari Allah!
Jangan katakan kepada siapapun
Anak manusia harus menderita dan ditolak.
Ia akan dibunuh,
namun bangkit pada hari ketiga.
Adakah yang mau mengikut Aku?
Saya akan ikut Engkau Tuhan,
tapi ijinkan saya pulang dan pamit pada keluarga.
Orang yang siap membajak tetapi menengok ke belakang tidak layak bagi Kerajaan Allah.
Orang yang mau mengikut aku, harus menyangkal dirinya,
memikul salib dan mengikut Aku.
Sebab yang mempertahankan nyawa akan kehilangan nyawanya,
dan yang kehilangan nyawa karena Aku akan memperolehnya.
Apa gunanya seseorang memiliki dunia ini tapi kehilangan nyawanya?
Jika seseorang malu karena Aku dan pengajaran-Ku,
Anak manusiapun malu mengakuinya bila Ia datang dalam kemuliaan-Nya,
dan kemuliaan Bapa serta para malaikat.
Ketahuilah,
ada di antara kamu yang tidak akan mati sebelum melihat Kerajaan Allah.
Lalu Yesus membawa serta Yohanes dan Yakobus dan Petrus ke atas bukit untuk berdoa.
Dan sementara berdoa, wajah-Nya bersinar-sinar dan jubah-Nya menjadi putih berkilauan.
Tiba-tiba ada dua orang berbicara dengan-Nya.
Mereka adalah Musa dan Elia, yang nampak dalam Kemuliaan Sorgawi.
Engkau akan menggenapi maksud Allah.
Engkau akan mati di Yerusalem.
Setelah mereka pergi, Petrus berkata kepada Yesus:
Guru... betapa indahnya kita di sini.
Kami akan mendirikan tiga tenda...
Sementara Petrus berbicara, ada awan menaungi mereka dan murid-muridnya pun menjadi takut.
Dan ada suara dari awan itu mengatakan, “Inilah anakKu, yang kupilih. Dengarkanlah Dia.”
Guru!
Guru,
Saya mohon lihatlah anak saya.
Tolong, tolong dia.
Karena ia anakku satu-satunya.
Saya telah meminta murid-murid-Mu mengusir roh jahat itu,
tapi mereka tak mampu.
Hai angkatan yang tidak percaya dan sesat,
berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu?
Bawa anakmu kemari.
Wajahnya pun cerah!
Menakjubkan!
Ajarlah kami berdoa,
seperti Yohanes mengajar murid-muridnya.
Bila kamu berdoa, katakan,
Bapa kami, di sorga,
dikuduskanlah nama-Mu,
datanglah kerajaan-Mu,
jadilah kehendak-Mu, Di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.
Dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.
Dan jangan membawa kami ke dalam pencobaan,
tetapi lepaskan kami dari yang jahat.
Mintalah, maka kamu akan diberi;
carilah, maka kamu akan mendapat;
ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
Karena setiap orang yang meminta, menerima,
dan setiap orang yang mencari, mendapat,
dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
Adakah di antara kamu para ayah yang memberi anaknya
ular ketika ia minta ikan,
atau kalajengking ketika ia minta telur?
Kamu yang jahat, tahu memberi yang baik kepada anak-anakmu.
Apalagi Bapa-Mu yang di sorga, Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta-Nya.
Aku berkata kepadamu,
janganlah kuatir akan hidupmu akan apa yang hendak kamu makan,
atau apa yang hendak kamu pakai.
Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan, dan tubuh itu dari pada pakaian.
Perhatikanlah burung-burung gagak:
Mereka tidak menanam, tidak menuai, tidak mempunyai gudang dan lumbung,
tetapi Allah memelihara mereka.
Betapa kamu melebihi burung itu?
Siapakah yang karena kekuatirannya, dapat menambah sehasta pada jalan hidupnya?
Jika kamu tidak sanggup melakukan hal yang terkecil,
mengapa kuatir tentang hal-hal lain?
Perhatikanlah bunga bakung, bagaimana ia tumbuh.
Tidak memintal dan menenun,
Salomo dalam kemegahannya tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
Jika Allah,
mendandani rumput yang hari ini ada dan besok dibuang kedalam api,
terlebih lagi terhadap kamu,
hai orang yang kurang percaya.
Tambahkanlah iman kami.
Jika kamu punya iman sebesar biji sesawi,
kamu dapat berkata, kepada pohon perdu ini,
“Tercabutlah engkau dan tertanamlah dilaut,” dan ia akan taat kepadamu.
Tidak mungkin tidak ada penyesatan,
tetapi celakalah orang yang mengadakannya.
Lebih baik jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu dilemparkan ke dalam laut
dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.
Seperti apakah Kerajaan Allah itu?
Ia seperti ini:
Seseorang mengambil biji sesawi dan menanam di kebunnya.
Biji itu tumbuh dan menjadi pohon,
dan burung-burung bersarang di cabang-cabangnya.
Saya tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya.
Mengapa engkau makan dan minum dengan penagih pajak dan orang-orang berdosa?
Orang yang sehat tidak memerlukan dokter,
tapi hanya orang sakit.
Aku datang bukan untuk memanggil orang yang menganggap diri benar,
tapi orang-orang berdosa.
Jelaskan lagi tentang Kerajaan Allah.
Masih adakah yang lain?
Jangan takut, hai kawanan kecil, karena Bapa-Mu telah berkenan memberikan kamu kerajaan itu.
Juallah segala milikmu dan berikan sedekah.
Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga, yang tidak akan habis.
Sebab tidak ada pencuri yang mengambilnya,
dan ngengat tidak merusaknya.
Karena di mana hartamu berada di situ juga hatimu.
Hai ibu,
sakitmu telah sembuh!
Lihat! Lihat, ia sembuh! Ini suatu mujizat! Lihat, ia sembuh! Mari dan lihatlah!
Puji...puji...puji...
Puji Tuhan!
Delapan belas tahun!
Terima kasih!
Ada enam hari untuk bekerja.
Jadi datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan,
dan jangan pada hari Sabat.
Hai orang-orang munafik!
Setiap orang melepaskan kuda atau keledai dari kandangnya pada hari Sabat dan membawanya ke tempat minuman.
Sekarang, di sini ada seorang wanita keturunan Abraham yang sudah delapan belas tahun terikat oleh iblis.
Apakah ia tidak boleh dilepaskan pada hari Sabat?
Guru yang baik, apa yang harus saya perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?
Mengapa kau katakan Aku baik?
Tidak ada yang baik selain Allah sendiri.
Engkau tahu perintah-perintah Allah:
Janganlah engkau berzinah,
Jangan membunuh; jangan mencuri, jangan bersaksi dusta.
Hormatilah ayah dan ibumu.
Semuanya itu telah kuturuti, sejak masa mudaku.
Masih ada satu hal lagi yang harus kau lakukan.
Juallah semua milikmu dan berikan uangnya pada orang miskin,
dan engkau akan mendapat harta di sorga.
Setelah itu ikutlah Aku.
Tetapi kami pedagang; kaya.
Alangkah sukarnya orang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum,
Daripada orang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah
Jika, demikian, siapakah yang diselamatkan?
Apa yang tidak mungkin bagi manusia, itu mungkin bagi Allah.
Sesungguhnya, di manakah Kerajaan Allah itu?
Kerajaan Allah itu tidak dapat dilihat.
Tidak ada yang berkata,
“Lihat,
Ia di sana atau di sini,”
sebab Kerajaan Allah ada dalam kamu.
Akan tiba waktunya kamu ingin melihat salah satu hari dari Anak Manusia,
tapi kamu tidak akan melihatnya.
Sama seperti kilat memancar dari ujung ke ujung, demikianlah kelak Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya.
Tetapi Ia harus menganggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.
Berbahagialah mata yang melihat hal-hal yang kamu lihat!
Aku berkata kepadamu banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat tetapi tidak dapat.
Dan ingin dengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak dengar.
Apa yang harus kami lakukan?
Apa yang dikatakan Kitab Suci?
Bagaimana kau menafsirkannya?
Kasihilah Tuhan Allahmu dengan
segenap hatimu,
segenap jiwamu,
segenap kekuatanmu,
dan segenap akal budimu.
Kasihilah sesamamu seperti dirimu.
Kamu benar. Lakukan, maka kau akan hidup.
Siapakah sesamaku?
Bukan prajurit itu.
Apakah Kaisar?
Ada seorang laki-laki turun dari Yerusalem ke Yeriko,
ia diserang dan dipukul,
disiksa, dirampok, dan ditinggalkannya.
Datanglah seorang imam melewati tempat itu. Ia melihatnya lalu menyingkir dan berjalan terus.
Begitu juga seorang Lewi yang lewat di situ, ia melihat orang itu tetapi ia pun berjalan terus.
Kemudian datang seorang Samaria melewati tempat itu.
Ketika melihat orang itu, hatinya penuh belas kasihan.
Ia mendekati orang itu, lalu membersihkan lukanya dengan minyak dan anggur dan membalutnya.
Kemudian ia menaikkannya ke atas keledainya dan membawanya ke penginapan dan merawatnya.
Keesokan harinya ia memberikan dua keping uang perak kepada pemilik penginapan dan berkata,
”Rawatlah dan saya akan bayar semua ongkosnya.”
Manakah di antara ketiga orang itu yang disebut sebagai sesama dari orang yang dirampok itu?
Orang yang telah menolongnya.
Pergi, dan, perbuatlah seperti itu. Ah!
Biarlah anak-anak datang kepada-Ku dan jangan melarang mereka,
sebab orang seperti inilah yang empunya kerajaan Allah.
Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu,
Barang siapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.
Siapa menyambut anak-anak ini dalam nama-Ku menyambut Aku,
dan siapa menyambut Aku, menyambut Bapa yang mengutus Aku.
Sebab siapa yang terkecil di antaramu ialah yang terbesar.
Hei, ada apa? Apa yang terjadi?
Yesus dari Nazaret sedang lewat.
Yesus!
Yesus!
Anak Daud, kasihanilah saya!
Apa yang harus Aku perbuat untukmu?
Saya ingin melihat.
Melihatlah.
Imanmu telah menyembuhkanmu.
Saya dapat melihat!
Saya dapat melihat!
Saya dapat melihat!
Puji Tuhan!
Ketika Yesus pergi ke Yerusalem, banyak orang mengikuti-Nya.
Mereka minta kepada Yesus untuk menunjukkan jalan keselamatan dan mengajar mereka tentang Kerajaan Allah.
Orang ini benar-benar seorang nabi.
Guruku, selamatkan saya!
Oh, Tuhan, selamatkan kami!
Puji Tuhan!
Tunjukkan kami jalan yang benar, Tuhan!
Di Yeriko ada seorang penagih pajak bernama Zakeus.
Ia ingin melihat Yesus lalu memanjat pohon.
Itu penagih pajak.
Turunlah, Zakeus, karena Aku harus tinggal di rumahmu hari ini.
Di rumahku?
Ia mau ke rumah Zakeus?
Bagaimana Zakeus mengenal Yesus?
Dengarkan.
Saya memberi,
setengah dari milikku,
kepada yang miskin,
dan jika saya
memeras seseorang,
saya akan membayar kembali
empat kali lipat.
Saya tidak percaya, penagih pajak membayar kembali pajaknya! Tidak mungkin.
Hari ini keselamatan telah datang ke rumah ini.
Karena orang ini pun keturunan Abraham!
Anak Manusia datang untuk mencari dan menyalamatkan yang hilang.
Dengarkan.
Sekarang kita pergi ke Yerusalem,
dan semua yang ditulis para nabi tentang Anak Manusia akan digenapi.
Ia akan diserahkan kepada orang-orang kafir.
Ia akan diolok,
Ia akan dihina dan diludahi.
Ia akan disiksa dan dibunuh.
Tapi pada hari ketiga,
Ia akan bangkit.
Meskipun Ia tahu bahwa Ia akan dibunuh karena dosa manusia,
Ia tetap pergi ke Yerusalem.
Banyak orang bersukacita atas kedatangan-Nya dan menyatakan-Nya sebagai Raja mereka.
Guru, perintahkan murid-murid-Mu untuk diam.
Aku berkata kepadamu jika mereka diam,
maka batu-batu ini yang akan berteriak.
Kemuliaan bagi Tuhan di tempat yang Maha Tinggi!
Yesus hampir tiba di Yerusalem. Dan ketika melihatnya, Ia menangisinya.
Jika saja,
Hari ini kamu mengetahui apa yang perlu untuk damai sejahtera, tetapi kamu gagal melihatnya.
Akan datang harinya ketika musuhmu,
membuat rintangan di sekelilingmu dan mengepung dari segala arah.
Dan di dalam tembokmu mereka akan menghancurkanmu…
engkau dan anak-anakmu.
Dan mereka tidak akan membiarkan satu batupun tersusun rapi,
karena kamu tidak tahu bilamana Allah melawatmu.
Bait suci di Yerusalem telah menjadi tempat berdagang dan bukan tempat untuk beribadah.
Lima, enam, tujuh, delapan, sembilan...
...sembilan belas, dua puluh, dua puluh satu...
Ada tertulis,
“Rumah-Ku adalah rumah doa.”
Tapi kamu menjadikannya sarang penyamun!
Ia melepaskan binatang-binatangku!
Hentikan Dia!
Hentikan Dia!
Panggil penjaga! Panggil penjaga!
Saya tahu bahwa banyak orang telah menyatakan Dia sebagai Raja.
Raja? Ha, ha.
Raja para pengemis, pelacur, dan pencuri.
Kita telah melihat sebelumnya.
Mereka datang, mereka membuat pernyataan, mereka pergi, dan melupakannya.
Jangan menutup mata.
Pengikutnya semakin bertambah.
Mereka mengagungkan-Nya.
…dan berpikir Ia Raja.
Kau harus hati-hati.
Jika orang ini membuat keributan,
saya akan menuntutmu.
Mungkin ia benar.
Kini saatnya menghadapi Dia.
Makin banyak kalangan ahli taurat dan orang Farisi yang munafik dikecam-Nya,
karena mereka mengajarkan hukum itu sendiri tapi tidak melakukannya.
Di Bait Suci Yesus melihat seorang janda miskin memberikan persembahan dua peser.
Itu terlalu sedikit.
Dapatkah dia memberi lebih?
Aku berkata kepadamu,
Janda ini memberi lebih banyak daripada yang lain.
Sebab mereka telah memberi dari kelimpahannya.
Tetapi dia janda ini, walau ia miskin, ia memberikan semua yang ia miliki.
Katakan:
Atas dasar apa Engkau melakukan semua ini?
Siapa yang memberimu wewenang?
Sekarang Aku bertanya.
Apakah, baptisan Yohanes itu dari Allah atau manusia?
Apa jawaban kita?
Jika kita katakan dari Allah,
Ia akan berkata,”Mengapa,
kamu tidak percaya Yohanes?”
Tapi kalau kita katakan dari manusia, kita akan di lempari.
Sebab mereka yakin bahwa Yohanes adalah nabi.
Kami tidak tahu dari mana asalnya.
Aku juga tidak mau mengatakannya atas dasar apa Aku melakukan ini.
Ada seseorang membuka kebun anggur,
lalu menyewakannya kepada penggarap,
dan ia pergi untuk waktu yang lama.
Ketika sudah tiba musimnya,
ia menyuruh seorang hambanya,
untuk menerima bagiannya daripada penggarap itu.
Tetapi hamba itu dipukulnya dan pulang dengan tangan hampa.
Kemudian ia menyuruh hamba yang lain…
…tetapi anak buah itu juga dipukul dan dipermalukan, lalu disuruh pulang dengan tangan hampa.
Lalu ia menyuruh hamba yang ketiga. Tetapi hamba itu juga dilukai dan dilempar keluar kebun itu.
Maka kata pemilik kebun anggur itu,”Apakah yang harus kuperbuat? Kusuruh anakku yang kukasihi.”
“Pasti mereka menghormatinya.”
Tetapi ketika mereka melihatnya, mereka berkata,
“Ia ini ahli warisnya.
Mari kita membunuhnya supaya kita mendapat warisannya.”
Lalu...
Lalu mereka menyeretnya keluar kebun itu,
dan membunuhnya.
Sekarang, apa yang akan dilakukan pemilik kebun anggur terhadap mereka?
Dia akan membunuh mereka, lalu memberikan kebun anggur tersebut kepada penggarap yang lain.
Sekarang, apakah arti firman ini?
“Batu yang dibuang oleh tukang bangunan,
telah menjadi batu yang terpenting.
Semua orang yang jatuh pada batu itu akan hancur.
Dan siapa yang tertimpa batu itu,
akan tergilas menjadi debu.”
Guru,
kami tahu bahwa apa yang engkau katakan dan ajarkan itu benar.
Kami tahu bahwa Engkau tidak memandang orang, tetapi Engkau,
mengajarkan kebenaran tentang kehendak Allah untuk manusia.
Katakanlah,
Apakah kami boleh membayar pajak kepada kaisar Romawi atau tidak?
Hati-hati Tuhan, dia menjebak-Mu.
Perlihatkan kepada-Ku sekeping uang.
Gambar dan nama siapakah ini?
Kaisar!
Kalau begitu berikan kepada Kaisar, apa yang Kaisar punya,
dan kepada Allah,
apa yang Allah punya.
Apa jawabanmu tentang itu?
Sekarang, tibalah hari raya roti tidak beragi, yang disebut Paskah.
Dan Yesus menyuruh Simon Petrus dan Yohanes untuk pergi mempersiapkan perjamuan Paskah.
Aku ingin sekali makan makanan Paskah ini bersama kamu sebelum Aku menderita.
Aku berkata kepadamu,
Aku tidak akan makan ini lagi, sampai arti perjamuan ini digenapi dalam kerajaan Allah.
Terpujilah Engkau ya Tuhan, Allah kami,
Raja semesta alam,
yang memberkati pokok anggur.
Ambillah ini, dan bagikanlah di antara kamu.
Aku berkata kepadamu, Aku tidak akan minum lagi anggur ini sampai kerajaan Allah datang.
Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allah kami,
Raja semesta alam,
yang memberikan roti dari hasil bumi.
Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu.
Jadikan ini peringatan akan Aku.
Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagimu.
Tetapi dengar, orang yang akan menyerahkan Aku ada bersama dengan Aku di meja ini.
Sesungguhnya Anak Manusia harus mati seperti yang ditentukan Allah, tetapi celakalah orang yang menyerahkannya.
Apakah itu aku?
Siapa yang Ia maksudkan.
Tuhan, siapakah pengkhianat itu?
Saya tak akan meninggalkanmu!
Yang terbesar di antara kamu harus jadi yang terkecil.
Dan pemimpin harus seperti pelayan.
Sebab siapakah yang lebih besar,
yang duduk makan,
atau yang melayani?
Tentu saja yang duduk makan.
Tetapi Aku ada di tengah kamu sebagai pelayan.
Kamu tetap tinggal bersama-Ku dalam segala pencobaan yang Aku alami.
Dan Aku menentukan hak-hak kerajaan bagi kamu,
sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku.
Kamu akan makan dan minum semeja dengan-Ku di dalam kerajaan-Ku.
Dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
Jadi pengkhianat itu tidak ada.
Simon, Simon, dengarlah,
keinginan iblis adalah untuk mencobai kamu,
untuk memisahkan yang baik dari yang buruk seperti petani memisahkan gandum dari sekamnya.
Tetapi Aku telah berdoa untukmu, supaya imanmu jangan gugur.
Dan jika kamu sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.
Tuhan,
Saya bersedia masuk penjara dengan-Mu,
dan mati bersamamu.
Ingatlah Petrus,
Sebelum ayam berkokok hari ini, kamu menyangkali Aku tiga kali.
Waktu kamu diutus tanpa membawa apa-apa, apakah kamu kekurangan?
Tidak, tidak kekurangan apapun.
Tetapi sekarang siapa yang mempunyai dompet atau kantong harus membawanya.
Dan yang tidak punya pedang harus menjual jubahnya dan membelinya.
Aku berkata kepadamu,
seperti tertulis,”Ia terhitung di antara pemberontak.”
Dan apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi.
Lihat,
Di sini ada dua pedang, Tuhan.
Itu cukup.
Dan mahkamah agama bersidang untuk mencari upaya menangkap Yesus.
Lalu iblis masuk dalam diri Yudas, yang disebut Iskariot, seorang dari kedua belas murid Yesus.
Lalu pergilah Yudas Iskariot kepada imam-imam kepala untuk menyerahkan Yesus.
Yesus meninggalkan Yerusalem dan pergi ke Bukit Zaitun untuk berdoa.
Berdoalah agar kamu jangan jatuh dalam pencobaan.
Yudas Iskariot menjual Yesus hanya dengan tiga puluh keping perak.
Yesus mengetahui bahwa saat kematiannya bagi dosa-dosa manusia sudah hampir tiba; dan Ia berdoa.
Ya Bapa,
jika Engkau mau,
ambillah cawan ini dari pada-Ku.
Akan tetapi,
janganlah kehendak-Ku, tapi kehendak-Mu yang jadi.
Ada malaikat dari surga menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan.
Dan peluh-Nya bagaikan titik-titik darah yang menetes ke tanah.
Mengapa kamu tidur?
Bangunlah,
dan berdoalah supaya jangan kamu jatuh dalam pencobaan.
Yudas,
Apakah dengan ciuman kau serahkan Anak Manusia?
Tuhan, bolehkah kami menyerang dengan pedang?
Ayo, tangkap Dia.
Cukup sudah!
Mujizat!
Apakah Aku ini penjahat maka kamu datang dengan pedang dan pentungan?
Sapiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu dalam Bait Allah kamu tidak menangkap Aku.
Tetapi inilah saatnya kamu bertindak,
kuasa kegelapan menguasai kalian.
Tangkap Dia!
Jaga Dia baik-baik.
Para prajurit membawa-Nya ke halaman dan mengolok-olok Dia sebagai Raja orang Yahudi.
Ini jubah yang dipakai seorang raja.
Katakan apa yang akan terjadi.
Apakah Engkau akan menyelamatkan kami Tuhan? Apakah Engkau akan menyelamatkan kami?
Orang ini juga bersama-sama dengan Yesus.
Saya sama sekali tidak mengenal Dia.
Saya melihat mereka bersama.
Hamba-hamba-Mu yang rendah hati.
Bagaimana menghormati seseorang?
Engkau juga salah satu dari mereka.
Bukan, bukan saya.
Benar orang ini pengikut Yesus.
Sebab ia juga orang Galilea.
Pergilah.
Aku tidak tahu apa yang engkau katakan.
Lalu Yesus pun menoleh dan memandang Petrus.
Maka Petrus teringat apa yang telah Ia katakan kepadanya:
“Sebelum ayam berkokok hari ini, kamu telah menyangkali Aku tiga kali.”
Ya Tuhan,
aku mohon ampunilah aku,
sesuai dengan kemurahan-Mu yang besar.
Bersihkanlah kejahatanku Tuhan.
Kebenaranlah yang Engkau inginkan.
Sucikanlah hatiku, ya Tuhan.
Berikanlah aku lagi
sukacita yang datangnya
dari keselamatan-Mu.
Dan buatlah aku
untuk menaati Engkau.
Siapa yang memukul-Mu?
Tebak!
Siapa yang akan memukul-Mu lagi?
Hentikan!
Saya katakan, berhenti!
Bawa Dia ke mahkamah agama.
Ayo!
Pengadilan mahkamah agama mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Yesus.
Katakan kepada kami, Apakah Engkau... Mesias?
Jika Aku mengatakannya,
Kamu tidak akan percaya pada-Ku.
Dan jika Aku bertanya pada-Mu, kamu tidak akan menjawab-Ku.
Mulai sekarang Anak Manusia akan duduk di sebelah kanan Allah yang Maha Kuasa.
Kalau begitu,
Engkau, Anak Allah?
Engkau sendiri mengatakannya.
Siapa yang memberi Dia kuasa untuk mengatakan itu? Iya melakukan penghujatan!
Dosa!
Kita telah mendengar sendiri apa yang dikatakan-Nya.
Kita bawa Dia ke Pilatus.
Ya, ya, bawa Dia!
Ayo!
Mereka membawa Yesus ke hadapan Pontius Pilatus, seorang penguasa kerajaan Romawi yang sangat kejam,
yang telah menyalibkan ribuan orang.
Apa yang menyebabkan kalian pagi-pagi ke sini?
Orang ini telah menghasut rakyat.
Dialah penyebab kegaduhan di Bait Suci.
Apakah hukuman bagi Dia?
Hukum Dia!
Saya tidak mempunyai alasan untuk menghukum orang ini.
Kami mendapati Ia bersalah.
Ia melarang rakyat membayar pajak kepada kaisar,
dan mengaku diri-Nya Mesias,
raja.
Raja?
Apa Kau Raja orang Yahudi?
Seperti yang kau katakan.
Ia mulai dari Galilea dan sekarang sampai di sini.
Di Galilea?
Dia ini orang Galilea?
Kalau begitu,
Kita akan menyerahkan-Nya kepada Herodes.
Bukankah ia masih berada di Yerusalem?
Bawa ke Herodes!
Siapa Engkau sebenarnya?
Siapa saja murid-murid-Mu?
Banyak orang mengatakan bahwa Engkau dapat membuat mujizat.
Buatlah mujizat sekarang.
Tuanku,
Ia telah menyesatkan semua orang.
Ia menyebut diri-Nya,
Raja
Orang ini?
Raja?
Yang Mulia.
Hajar Dia.
Kembalikan ke Pilatus.
Ini wilayahnya.
Orang ini
tidak pantas di hukum mati.
Jadi saya akan menghajar Dia
dan melepaskan-Nya.
Engkau harus membebaskan seorang tahanan di hari raya ini.
Bebaskan bagi kami
Barabas.
Ya,
Barabbas.
Dan enyahkan orang ini.
Ya, bebaskan Barabas.
Salibkan Dia!
Ya, salibkan Dia!
Kamu, kamu, cambuk Dia!
Apa lagi yang engkau tunggu, Pilatus?
Ia Yesus!
Mengapa engkau menyiksa-Nya?
Tinggalkan Dia, Dia adalah Mesias!
Ia tidak bersalah!
Suruh Dia berdiri!
Tetapi mereka berteriak dengan suara keras agar Yesus disalibkan.
Akhirnya Pilatus menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus.
Sebaliknya ia membebaskan Barabas,
yang dipenjarakan karena pemberontakan dan pembunuhan, dan menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan.
Mundur!
Mundur!
Mundur! Beri jalan!
Mundur!
Minggir!
Kamu, ayo mundur.
Mundur!
Mundur!
Minggir!
Beri Jalan!
Mundur!
Kamu, Beri jalan.
Aku bilang mundur!
Bangun!
Mundur!
Kamu!
Siapa namamu?
Simon dari Kirene, tuan!
Cepat ke sini!
Potong talinya!
Kau, pikul ini.
Ayo jalan, cepat.
Mundur!
Mundur,
Biarkan Dia!
Ayo, berikan jalan.
Mundur,
Minggir!
Minggir!
Kami menangisi Engkau, Tuhan. Minum ini. Minum.
Minumlah, Tuhan.
Hai putri-putri Yerusalem,
jangan tangisi Aku,
tetapi tangisilah dirimu dan anak-anakmu.
Sebab jika orang bisa berbuat demikian dengan kayu hidup,
apalagi terhadap kayu kering?
Allah menolong Engkau!
Kami mendoakan-Mu!
Maju!
Ke sini!
Ayo!
Cepat,
Cepat,
Ayo jalan!
Jalan, terus, cepat, Ayo!
Cepat!
Ayo jalan!
Ayo!
Ayo, jalan duluan!
Ayo jalan.
Lanjutkan.
Angkat salibnya!
Tancapkan pasaknya!
Lepaskan talinya!
Ampuni mereka, Bapa,
sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.
Orang lain Ia selamatkan, Biarlah Ia selamatkan diri-Nya.
Ya, jika Engkau Mesias selamatkalah diri-Mu! Turunlah dari salib.
Tunjukkanlah salah satu mujizat-Mu!
Dan Yesus disalibkan di antara dua penjahat,
seperti yang telah dinubuatkan para nabi, ratusan tahun sebelumnya.
Hei...Inilah jubah-Nya yang ajaib
Sini! Ayo! Tidak, jangan dibagi-bagi! Aku usul:
Kita undi saja!
Ya mari kita mainkan!
Wah, kau yang menang! Akan kau apakan jubah itu?
Dan di atas kepala-Nya tertulis, ”Inilah Raja orang Yahudi.”
Selamatkan diri-Mu jika Engkau Raja orang Yahudi.
Bukankah,
Engkau,
Mesias?
Selamatkanlah,
DiriMu,
dan-- dan kami!
Apa kau tidak takut kepada Allah?
Ia menerima hukuman yang sama
dengan engkau,
tetapi Ia tidak bersalah.
Ingatlah aku, Yesus,
apabila Kau datang sebagai Raja.
Aku berjanji.
Hari ini kamu akan bersama-Ku di dalam,
Firdaus.
Saat itu hari masih siang dan kegelapan meliputi seluruh daerah itu selama tiga jam.
Tabir Bait Suci terbelah menjadi dua.
Bapa,
Ke dalam tangan-Mu,
Ku serahkan
Nyawa-Ku.
Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya…
Terpujilah Allah! Sungguh Dia ini orang benar.
Yusuf dari Arimatea, seorang anggota mahkamah agama tidak menyetujui tindakan ini,
ia meminta ijin dari Pontius Pilatus untuk menguburkan Yesus sebelum hari sabat tiba.
Kami akan menyiapkan rempah-rempah dan minyak mur.
Saya akan bantu.
Tetapi cepat, Hari Sabat hampir tiba.
Pada hari Minggu pagi-pagi benar, perempuan-perempuan itu pergi ke kubur dengan membawa rempah-rempah.
Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur.
Tapi ketika mereka masuk, mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus.
Mengapa kamu mencari Dia yang hidup di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit.
Seperti yang telah dikatakan-Nya ketika di Galilea bahwa:
”Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa, disalibkan dan bangkit kembali pada hari ketiga.”
Dengarlah!
Batu itu telah terguling!
Kami masuk,
dan mayat Tuhan kita
hilang!
Apa? Mayat Tuhan kita, hilang?
Dan dua malaikat berdiri dekat kami;
Bercahaya,
seperti matahari,
dan berkata:
”Mengapa kamu mencari yang hidup,
di antara orang mati?”
Ini benar.
Percayalah.
Percayalah.
Kami telah melihatnya! Pergi dan lihatlah sendiri! Kubur itu telah kosong! Tuhan telah hilang!
Petrus, percayalah pada kami!
Yesus menampakkan diri kepada dua orang murid-Nya. Mereka kembali dengan sukacita menjumpai kawan-kawannya.
Sungguh Tuhan telah bangkit!
Ia menampakkan diri kepada Simon!
Kami tidak mengenal-Nya;
waktu di perjalanan.
Tapi waktu Ia memecahkan roti,
kami mengenal-Nya.
Di Emaus. Aneh kalau Ia pergi ke sana.
Damai sejahtera bagimu.
Mengapa kamu takut?
Mengapa timbul keraguan dalam pikiranmu?
Lihat,
tangan-Ku dan kaki-Ku,
Aku sendirilah ini.
Rabalah dan kamu akan tahu.
Karena hantu tidak mempunyai daging dan tulang seperti yang ada pada-Ku.
Inilah perkataan-Ku yang telah kukatakan kepadamu.
…Semua yang tertulis tentang Aku dalam Taurat Musa,
dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur harus digenapi.
Seperti tertulis:
Mesias harus menderita,
dan bangkit dari antara orang mati di hari ketiga…
… dan di dalam nama-Nya
berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa,
mulai dari Yerusalem.
Kamu adalah saksi dari semuanya.
Aku akan mengutus Roh Kudus bagi kamu.
Tetapi kamu harus tinggal di Yerusalem,
sampai kamu menerimanya.
Tuhan memberkati dan memelihara kamu.
Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
Karena itu, pergilah dan jadikan semua bangsa murid-Ku,
dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus.
Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa, sampai kepada akhir jaman.
Sejak dahulu para nabi menulis dalam Kitab Suci,
bahwa Allah menyatakan Mesias akan datang untuk menjadi Juru Selamat dunia.
Kehidupan Yesus membuktikan Ia adalah Juru Selamat itu.
Nabi Yesaya memberitahukan bahwa: “Seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki.”
Berabad-abad kemudian kelahiran Yesus merupakan penggenapan nubuat tersebut.
Kitab suci menyatakan bahwa kelahiran-Nya yang ajaib adalah tanda Anak tersebut adalah Mesias,
yaitu yang disebut Anak Allah yang Maha tinggi.
Kita melihat kenyataan ini melalui kehidupan-Nya: Ia menyembuhkan orang sakit,
mengampuni dosa, membawa kembali orang kepada Allah, dan menjanjikan suatu tempat dalam Kerajaan Allah yang kekal.
Ia menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan dosa umat manusia
Kebangkitan-Nya mengalahkan kematian menunjukkan kekuasaan-Nya atas maut.
Yesus berkata, "Aku memiliki kuasa untuk menyerahkan nyawa-Ku, dan juga kuasa mengambilnya kembali."
Kehidupan Yesus tidak hanya menggenapi tulisan para nabi
tapi juga meneguhkan kebenaran firman Allah yang kudus.
Yesus adalah Firman Allah. Di dalam Yesus, Allah menyatakan diri-Nya kepada umat manusia.
Yesus datang untuk memberikan kehidupan yang sesungguhnya, sama seperti ketika manusia pertama kali diciptakan.
Tetapi mereka menyalah-gunakan kepercayaan Allah, dan tidak menuruti perintah-Nya.
Di dalam Kitab Suci tertulis, "Semua manusia telah berbuat dosa" dan "Upah dosa adalah maut."
Manusia yang berdosa tidak dapat hidup bersekutu dengan Tuhan.
Akan tetapi sebagaimana Allah menyediakan domba jantan sebagai pengganti anak Abraham,
demikian juga Ia mengirimkan Yesus, Sang Juruselamat, untuk mati ganti kita.
Kehidupan, kematian dan kebangkitan-Nya,
memulihkan hubungan antara Allah dengan semua orang yang percaya kepada-Nya.
Sebab itu, barangsiapa mengikut Yesus tidak saja diampuni
tapi juga diselamatkan dari hukuman Allah dan memiliki hidup yang kekal.
Setelah Yesus bangkit dari kematian, Dia berkata,
"Allah mengampuni orang-orang berdosa yang bertobat dan berbalik kepada-Nya."
Yesus juga berkata bahwa Ia akan mengutus Roh Kudus untuk menunjukkan kebenaran,
dan memberi kekuatan dalam mengikut Kristus.
Ketika perempuan berdosa bertobat dan mulai mengikut Yesus, Ia berkata kepadanya,
"Dosamu telah diampuni. Imanmu telah menyelamatkan engkau."
Siapapun dapat diselamatkan oleh kasih Allah, melalui iman kepada Yesus. Yesus memiliki kuasa untuk mengampuni dosa.
Barangsiapa bersedia mengikut Yesus, mereka dapat memulai hubungan persekutuan dengan Allah.
Jika Saudara bersedia, ikutilah doa berikut ini dalam hati Saudara.
Ya Tuhan, Engkaulah kebenaran.
Saya mengaku dosa atas pelanggaran saya.
Terima kasih atas kematian-Mu di kayu salib bagi dosa-dosa saya.
Saya mengaku dan bertobat dari dosa-dosa saya.
Saya membuka pintu hati dan menerima Engkau sebagai Juruselamat dan Tuhan saya.
Terima kasih telah mengampuni dosa-dosa saya
dan memberikan hidup yang kekal.
Berikanlah kuasa Roh kudus-Mu dan tunjukkanlah jalan bagiku.
Berikanlah kekuatan untuk aku hidup sesuai kehendak-Mu.
Dan biarlah semua orang memuji dan memuliakan nama-Mu. Amin.
Yesus berkata kepada para pengikut-Nya: “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku;
Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.” Untuk mengalami hidup yang berkelimpahan yang dijanjikan Yesus,
maka para pengikut-Nya berbicara kepada Allah setiap hari melalui doa dan membaca firman-Nya.
Mereka menceritakan kepada orang lain tentang Allah dan bersekutu dengan mereka yang mengasihi dan mengikut-Nya.
Mereka mengingat perkataan Yesus sebelum Ia naik ke sorga,
“Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di bumi dan di sorga…
ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”